Gedung Putih Kembali Bergejolak, Rupiah Melemah 0,01% di Akhir Pekan

Rupiah kembali gagal memanfaatkan pelemahan , imbas kabar pemecatan penasihat keamanan Gedung Putih, untuk bergerak ke zona hijau pada perdagangan Jumat (16/3) ini. Menurut Index pukul 15.59 WIB, Garuda menyelesaikan akhir pekan dengan melemah tipis 2 poin atau 0,01% ke level Rp13.751 per .

Sebelumnya, rupiah sudah terdepresiasi 15 poin atau 0,11% di posisi Rp13.749 per dolar AS ketika menutup perdagangan Kamis (15/3) kemarin. Tren negatif mata uang NKRI berlanjut pagi tadi dengan dibuka melemah 20 poin atau 0,15% ke level Rp13.769 per dolar AS. Sepanjang transaksi hari ini, spot praktis tidak mampu keluar dari area merah, mulai awal hingga akhir dagang.

Dari global, indeks dolar AS sebenarnya bergerak lebih rendah pada Jumat, setelah sebuah laporan menyebutkan bahwa Presiden AS, Donald Trump, berencana memecat penasihat keamanan Gedung Putih dengan ‘segera’. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,064 poin atau 0,07% ke level 90,075 pada pukul 11.02 WIB.

Washington Post pada Kamis kemarin mengabarkan bahwa Trump telah memutuskan untuk mengganti penasihat keamanan nasionalnya, H.R. McMaster, setelah sebelumnya telah memberhentikan Rex Tillerson dari posisi Menteri Luar Negeri. Sejumlah sumber mengatakan bahwa dorongan untuk memecat penasihat keamanan tersebut menguat usai McMaster kerap berdebat dengan Trump selama beberapa bulan belakangan.

“Penjelasan terbaik untuk dampak perubahan personil yang sedang berlangsung di Gedung Putih adalah bahwa dolar AS melemah karena akan memudahkan Presiden Trump untuk menjalankan kebijakan proteksionisme,” kata kepala ekonom pasar di Mizuho Bank di Tokyo, Daisuke Karakama. “Yen, yang cenderung naik pada saat risk aversion, juga menguat terhadap mata uang lainnya setelah goncangan terbaru di Gedung Putih.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi mematok kurs tengah berada di posisi Rp13.765 per dolar AS, turun 17 poin atau 0,12% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.748 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya versus , dengan pelemahan terdalam sebesar 0,31% menghampiri won Korea Selatan.

Loading...