Garuda Indonesia Tambah Penerbangan Langsung ke Cina dan Timur Tengah

Maskapai nasional, Garuda , berupaya terus meningkatkan pelayanan, tak hanya untuk rute domestik melainkan juga . Terdorong oleh dunia yang masih rendah, tahun ini Garuda Indonesia berencana melebarkan ekspansinya dengan menambah rute penerbangan langsung ke Cina dan juga Timur Tengah.

Sebagai langkah awal, pada tanggal 13 Januari nanti, Garuda Indonesia akan membuka penerbangan reguler nonstop yang menghubungkan Denpasar dengan Shanghai. Pesawat Airbus A330 dengan kapasitas 360 kursi penumpang kelas akan melayani penerbangan rute ini tiga kali dalam sepekan. Sebelumnya, Garuda Indonesia telah meluncurkan rute Denpasar-Guangzhou pada tahun lalu.

“Tahun ini merupakan periode ekspansi untuk Garuda, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga internasional,” ujar Kepala Eksekutif Garuda Indonesia, Arif Wibowo, kepada wartawan, (8/1) lalu. “Harga minyak yang rendah akan memberi kami lebih banyak ruang untuk menjadi lebih baik.”

Ditambahkannya, Garuda Indonesia berencana meningkatkan frekuensi penerbangan untuk rute ini, termasuk relasi Denpasar-Beijing. Selain itu, pesawat yang lebih besar juga akan dikerahkan untuk menghubungkan Hong Kong dengan Jakarta dan Denpasar. “Sementara untuk kawasan Timur Tengah, kami akan membentuk unit bisnis yang akan mengoperasikan penerbangan ke Arab Saudi dengan 15 pesawat,” sambung Arif.

Penambahan rute langsung ke Cina dan Timur Tengah memang sudah dimulai sejak tahun lalu setelah pendapatan untuk rute ke Jepang dan Australia tak sesuai harapan. Jika pada tahun 2014, Garuda Indonesia mengalami kerugian yang signifikan, namun pada sembilan bulan pertama tahun 2015, mereka mampu mendapatkan laba bersih hingga 50 juta AS.

Arif menambahkan, tahun ini pihaknya menargetkan melayani total 40 juta penumpang, termasuk dari penerbangan Citilink. Angka ini naik 11% dibanding tahun 2015 lalu. “Kinerja Citilink sangat kuat di pasar domestik, dan akan menjadi tulang punggung ekspansi internasional maskapai Garuda Indonesia secara keseluruhan,” imbuhnya.

Namun untuk membuka rute baru di wilayah -negara maju, seperti kawasan Eropa, Arif mengatakan pihaknya masih bersikap hati-hati. “Fokusnya, kami berniat memperkuat rute yang sudah ada,” tutup Arif.

Loading...