Gantikan NJOP-PBB, Berikut Biaya atau Tarif Pemetaan ZNT (Zona Nilai Tanah)

Biaya - www.dmmadvogados.com.brBiaya - www.dmmadvogados.com.br

Sejak tahun 2015 lalu, pemerintah melalui Badan Pertanahan (BPN) gencar menerapkan ZNT (Zona Nilai Tanah) untuk menggantikan NJOP (Nilai Jual Pajak) dan PBB (Pajak Bumi dan ). ZNT ini digunakan sebagai dasar perhitungan biaya atau Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Penerapan ZNT sudah mulai dilakukan di sejumlah daerah di Indonesia, salah satunya di Kabupaten Lamongan. Per tanggal 1 Juni 2015, NJOP dan PBB sudah tidak lagi digunakan di kabupaten yang berlokasi di pesisir utara Jawa tersebut, dan digantikan oleh ZNT sebagai upaya untuk mengintensifkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“NJOP di Lamongan saat ini sudah tidak sesuai dengan nilai keekonomiannya dan jauh di bawah pasar tanah dan bangunan saat ini, karena pendataan NJOP dalam SPPT PBB terakhir kali dilakukan pada tahun 2008,” jelas Kepala Dispenda Lamongan, Mursyid. “Padahal, peraturan perundang-undangan menyebutkan NJOP-PBB seharusnya ditinjau lagi setiap tiga tahun.”

Sementara, untuk penentuan harga dalam ZNT, didasarkan pada data harga transaksi proses perolehan hak tanah tahun 2012. Untuk selanjutnya, ZNT akan ditinjau ulang setiap tahun sesuai dengan perkembangan harga pasar. “Dispenda sudah mengawali sosialisasi terkait perubahan kebijakan ini pada awal Juni 2015 dengan mengundang sejumlah pihak,” sambungnya.

Selain Kabupaten Lamongan, lain yang sudah menerapkan ZNT adalah Kota Sukabumi. Menurut Kepala Sub-seksi Tematik dan Potensi Tanah BPN Kota Sukabumi, Irwan Musa, secara teknis, fungsi dan kegunaan ZNT adalah menyajikan nilai-nilai tanah berdasarkan zona-zona tertentu hasil survei lapangan. Nantinya, ZNT itu bermanfaat, salah satunya dalam menentukan tarif pelayanan pertanahan berdasarkan PP Nomor 13 tahun 2010 tentang PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak).

“Kami sudah menerapkan online untuk mengurus ZNT, sehingga diharapkan dapat makin memudahkan ,” imbuh Irwan. “Jika sebelumnya pelayanan bisa memakan waktu sampai tiga hari, maka dengan sistem online ini, pelayanan bisa rampung dalam waktu antara 15 menit sampai 30 menit.”

Berdasarkan PP Nomor 13 tahun 2010, biaya atau tarif pemetaan ZNT dan ZNE (Zona Nilai ) kawasan skala 1:10.000 adalah sebesar Rp25.000 per hektare. Sementara, untuk pemetaan ZNT dan ZNE kawasan skala 1:25.000, dikenakan biaya Rp5.000 per hektare. Adapun untuk tarif pemetaan tematik bidang skala 1:2.500, adalah sebesar Rp75.000 per bidang.

Loading...