Ganja Dinyatakan Ilegal di Indonesia, Bagaimana dengan Jerman?

Ganja - news.trubus.idGanja - news.trubus.id

Di Indonesia ganja termasuk narkotika dan -obatan terlarang () yang penggunaannya dilarang oleh pemerintah. Sementara itu, di negara Jerman ganja juga dinyatakan , namun terdapat pengecualian terkait peraturan tersebut.

Undang-undang obat-obatan di Jerman telah mengalami evolusi selama 30 tahun terakhir dengan hukuman yang lebih berat dan secara paradoks definisi pelaku narkoba menjadi lebih fleksibel. Penggunaan ganja secara pribadi umumnya dikenal menghasilkan efek yang relatif rileks. Namun dalam undang-undang di Jerman sebenarnya secara jelas melarang ganja dengan sedikit pengecualian.

Menurut Undang-Undang Narkotika Jerman, ganja diklasifikasikan sebagai obat yang tidak terlalu berbahaya untuk dipasarkan atau terlalu berbahaya untuk diresepkan. Sebaliknya, LSD dan heroin statusnya tidak didistribusikan untuk alasan apapun, sementara narkotika seperti kokain mungkin tidak diresepkan.

Hukuman untuk kepemilikan narkoba sangat bervariasi, tergantung pada keadaan dan dendanya bisa mencapai € 25.000 atau sekitar Rp 419 jutaan hingga 2 tahun penjara untuk pelanggar berusia di atas 21 tahun. Walaupun ganja berada di bawah kategori obat yang relatif kurang serius, undang-undang tersebut melarang penanaman, , dan distribusi, karena pengaruhnya terhadap , terutama berkaitan dengan kecanduan.

Bagaimanapun juga, ada celah dari undang-undang tersebut sejak awal 1990-an. Menurut paragraf 31 Undang-Undang Narkotika tahun 1992 menyatakan bahwa seseorang yang hanya memiliki ‘sejumlah kecil’ narkoba dapat menghindari penuntutan. Namun undang-undang federal tidak menentukan berapa kecil yang dimaksud. Berlin sebagai Ibu Kota Jerman menunjukkan fleksibilitas kepemilikan kecil ganja hingga 15 gram.

Di sisi lain, ganja medis dinyatakan legal sejak Maret 2017 lalu. Sebelum adanya hukum yang mengatur, sekitar 1.000 pasien di seluruh Jerman telah mendapat izin khusus menggunakan ganja untuk medis. Pada Januari 2018 lalu Pengadilan München memutuskan bahwa penggunaan ganja untuk keperluan medis berkaitan dengan kepemilikan senjata api.

“Siapapun yang memiliki izin menggunakan ganja untuk pengobatan harus melepaskan hak kepemilikan senjata api. Pemilik senjata harus selalu dalam kondisi sadar setiap saat,” kata sang hakim, seperti dilansir DW.

Di Jerman pun peraturan terkait ganja memang masih pro-kontra. Sejumlah pihak yang berwenang ingin penggunaan ganja benar-benar dilarang, ada yang ingin pemerintah melegalisasi peraturan ganja untuk konsumsi pribadi, dan ada pula yang masih bersikap terbuka terhadap adanya gagasan baru.

Loading...