Kerap Jadi Negara Tujuan Mencari Kerja, Berapa Standar Gaji TKI di Singapura 2020?

Pekerja Rumahtangga - www.thespruce.comPekerja Rumahtangga - www.thespruce.com

Minimnya ketersediaan lapangan kerja di negeri sendiri menjadi salah satu alasan kenapa Indonesia (WNI) banyak yang kemudian mencari hingga ke luar negeri dengan menjadi Indonesia (TKI) di negara tetangga seperti Singapura. Dibanding Indonesia, gaji atau honor TKI di Singapura relatif lebih tinggi. Bahkan, kabarnya gaji di Singapura bakal naik 3% tahun 2020 ini.

Menurut dari sejumlah sumber, Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Singapura mempunyai yang tergolong tinggi. Untuk pekerja seperti pembantu atau asisten rumah tangga (ART) yang mayoritas wanita umumnya dapat meraup pendapatan minimal SGD550 atau sekitar lebih dari Rp5,4 juta per bulan. Jumlah itu belum termasuk fasilitas makan, tempat tinggal, dan juga asuransi yang ditanggung pihak majikan.

“Immigrant worker bisa memperoleh pendapatan SGD550 per bulan plus off day (libur) 4 kali sebulan. Kalau dia enggak ambil, bisa dapat SGD25 per hari,” kata Protokol KBRI Singapura Marisca Supeno, September 2019 lalu, seperti dilansir Kumparan.

Gaji para pekerja migran ini pun dapat naik seiring dengan masa kerja. Bahkan pihak KBRI Singapura memberikan fasilitas pelatihan supaya para pekerja migran ini mempunyai kemampuan lebih seperti perawat bersertifikat. Dengan demikian, penghasilan bulanan mereka juga bisa naik.

Sedangkan untuk pekerja profesional asal Indonesia seperti pekerja di sektor IT dan keuangan, gaji bersih yang diperoleh sekitar SGD3.500 hingga SGD6.000 atau setara hampir Rp35 juta sampai Rp60 juta jika dirupiahkan. Nominal tersebut juga belum termasuk tempat tinggal dan asuransi yang biasanya ditanggung oleh .

Namun beberapa perusahaan penyalur jasa TKI yang memberangkatkan tenaga kerja Tanah Air ke Singapura umumnya menganut sistem potong gaji. Jadi mereka tidak menarik tertentu untuk memberangkatkan para pekerja, tetapi nantinya akan memotong gaji yang didapat para TKI dalam jangka waktu sekian bulan.

Sebagai , di salah satu PJTKI menerapkan sistem biaya potong gaji SGD380 x 7 bulan dengan kontrak 2 tahun yang dapat diperpanjang. Selama masuk dalam masa potongan tersebut, TKI atau TKW masih memperoleh sisa gaji sekitar Rp1 juta.

Loading...