Gagal Pertahankan Posisi, Rupiah Berbalik Melemah di Kamis Sore

Rupiah - www.merdeka.comRupiah - www.merdeka.com

ternyata gagal mempertahankan posisi di zona hijau pada Kamis (13/9) sore, meski daya tarik berkurang menyusul ekspektasi pembicaraan bilateral AS-China. Menurut Bloomberg Index pukul 15.51 WIB, Garuda terpantau berbalik melemah 7 poin atau 0,05% ke level Rp14.840 per AS, setelah dibuka menguat.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.794 per dolar AS, menguat 69 poin atau 0,46% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.863 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang perkasa versus greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,69% menghampiri won Korea Selatan.

Dari , indeks dolar AS sebenarnya terpantau bergerak lebih rendah pada hari Kamis, menyusul terkini yang menyatakan bahwa Washington sedang mengupayakan pembicaraan perdagangan baru dengan Beijing. Mata uang Paman Sam terpantau melemah tipis 0,006 poin atau 0,01% ke level 94,973 pada pukul 11.21 WIB, setelah kemarin sudah berakhir drop 0,45 poin atau 0,47%.

Wall Street Journal dalam laporannya Rabu (12/9) waktu setempat menuturkan bahwa administrasi Presiden Donald Trump memberi Beijing kesempatan lain untuk mencoba mencegah tarif baru terhadap barang China senilai 200 miliar dolar AS. Pejabat senior AS, yang dipimpin Menteri Keuangan Steve Mnuchin telah mengirimkan undangan ke China dan mengusulkan pembicaraan perdagangan bilateral.

“Dolar AS terpuruk pada berita utama terkait perdagangan terbaru, tetapi sulit untuk membayangkan situasi membaik secara dramatis pada pertemuan ini saja,” terang ahli strategi mata uang senior di Daiwa Securities, Yukio Ishizuki. “Mata uang akan terus bereaksi terhadap setiap episode berita tentang konflik perdagangan AS-China.”

Di belahan Eropa, pound sterling stabil di level 1,3052 terhadap dolar AS, setelah kemarin merayap naik 0,1%, menyusul kabar yang menyebutkan bahwa anggota parlemen pendukung Brexit di partai Perdana Menteri Theresa May secara terbuka menjanjikan dukungan baginya untuk tetap berkuasa. Saat ini, pasar menantikan keputusan Bank of England terkait suku bunga acuan, yang diperkirakan masih akan dipertahankan.

Loading...