Gagal Manfaatkan Pelemahan Dolar, Rupiah Terkapar di Penutupan

bisnis.liputan6.com

Meski indeks AS cenderung tertekan imbas kekhawatiran akan sikap proteksionisme Presiden AS, Donald Trump, namun hal tersebut tidak mampu dimanfaatkan untuk melanjutkan keunggulannya. Menurut catatan Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda harus menutup Rabu (25/1) ini dengan pelemahan sebesar 39 poin atau 0,29% ke Rp13.361 per .

Rupiah sudah sejak awal dagang dengan 23 poin atau 0,17% ke posisi Rp13.345 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali 13 poin atau 0,10% ke level Rp13.335 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.32 WIB, spot masih tertahan di zona merah setelah 35 poin atau 0,26% ke posisi Rp13.357 per dolar AS.

Sebenarnya, sepanjang perdagangan hari ini, pergerakan indeks dolar AS cenderung melemah seiring penguatan yen Jepang di tengah berlanjutnya kekhawatiran akan sikap proteksionisme Donald Trump. Usai dibuka di zona negatif, the kembali turun 0,040 poin atau 0,04% ke 100,310 pada pukul 13.48 WIB. Sayangnya, momen tersebut gagal dimanfaatkan rupiah untuk bergerak menguat.

Sebelumnya, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, telah memprediksi bahwa penguatan rupiah yang terjadi sebelumnya berpeluang terhenti pada hari ini menyusul data manufaktur Paman Sam yang diumumkan meningkat cukup tajam. Kenaikan tersebut lebih tajam daripada kenaikan indeks manufaktur zona Euro, sekaligus menandakan performa ekonomi AS masih relatif lebih solid.

“Hal tersebut ditambah dengan ketidakpastian mengenai ekonomi yang akan diambil Donald Trump yang masih tinggi sehingga sentimen pelemahan dolar AS tidak akan terlalu intensif,” ujar Rangga. “Karena itu, penguatan rupiah yang sudah terjadi beberapa hari sebelumnya berpeluang tertahan pada kali ini.”

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan tengah di posisi Rp13.340 per dolar AS, terdepresiasi 10 poin atau 0,07% dibandingkan perdagangan kemarin di level Rp13.330 per dolar AS. Di saat yang sama, mayoritas mata uang Asia cenderung bergerak melemah terhadap dolar AS, dengan pelemahan terdalam dialami renminbi China sebesar 0,29% disusul baht Thailand sebesar 0,09%.

Loading...