Gagal Jaga Tren Positif, Rupiah Berakhir Anjlok 0,09%

Rupiah tidak mampu mempertahankan keunggulan atas pada perdagangan awal pekan (17/4) ini sehingga harus berakhir di zona merah. Menurut laporan Index pukul 15.56 WIB, Garuda mengakhiri transaksi hari ini dengan pelemahan sebesar 12 poin atau 0,09% ke level Rp13.286 per dolar AS.

Rupiah sebenarnya mengawali sesi dagang hari ini dengan menguat 10 poin atau 0,08% ke posisi Rp13.264 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali naik tipis 5 poin atau 0,04% ke level Rp13.269 per dolar AS. Namun, jelang penutupan atau pukul 15.43 WIB, spot berbalik terdepresiasi 8 poin atau 0,06% ke posisi Rp13.282 per dolar AS.

Pergerakan indeks dolar AS sebenarnya cenderung menukik karena terbebani data retail Paman Sam yang turun lebih tajam dari yang diprediksi ekonom. Setelah ditutup turun tipis 0,050 poin atau 0,05% ke level 100,510 pada perdagangan akhir pekan lalu, the greenback kembali melemah 0,160 poin atau 0,16% ke level 100,350 pada pukul 09.26 WIB.

Diberitakan Reuters, data penjualan retail AS pada bulan Maret 2017 turun lebih dalam dari yang telah diprediksi pengamat. Sementara, angka inflasi inti tahunan bergerak lambat menjadi 2%, sekaligus kenaikan terkecil sejak November 2015. Hal tersebut pun langsung menekan imbal hasil obligasi AS 10-tahun ke posisi 2,200%, level terendah sejak pertengahan November 2016, dari sekitar 2,228% sebelum libur pasar pada pekan lalu.

“Saat ini, sulit untuk melihat faktor yang dapat mendorong imbal hasil obligasi naik,” papar Senior Strategist Mizuho Securities, Hiroko Iwaki. “Dan, dibandingkan dengan imbal hasil obligasi AS, yang telah menghentikan penguatannya pasca-pemilihan, saham AS, yang telah mengalami koreksi terbatas, terlihat rentan mengingat potensi perkembangan di Korea Utara atau Pemilu Perancis.”

Sementara itu, siang tadi menetapkan tengah berada di level Rp13.255 per dolar AS, menguat 9 poin atau 0,06% dibandingkan perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.264 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang perkasa versus the greenback, dengan penguatan tertinggi diraih yen sebesar 0,3%, disusul won Korea Selatan dan baht Thailand sebesar 0,28%.

Loading...