Gagal Jaga Momentum, Rupiah Turun Tipis di Akhir Dagang

gagal memanfaatkan kesempatan besar untuk kembali menguat di saat pergerakan indeks masih melempem. Menurut laporan Bloomberg Index pukul 15.58 WIB, mata uang Garuda harus menutup perdagangan Selasa (21/3) ini dengan pelemahan 5 poin atau 0,04% ke level Rp13.319 per .

Rupiah dibuka menguat tipis 6 poin atau 0,05% ke posisi Rp13.308 per dolar AS. Namun, istirahat siang, mata uang Garuda berbalik melemah tipis 2 poin atau 0,02% ke level Rp13.316 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.34 WIB, spot masih berada di zona merah setelah kembali terdepresiasi 5 poin atau 0,04% ke posisi Rp13.319 per dolar AS dan bertahan hingga akhir dagang.

Indeks dolar AS sebenarnya cenderung bergerak melemah pada perdagangan hari ini merespons komentar Ketua Fed Chicago, Charles Evans, yang memperkuat persepsi bahwa tidak akan mempercepat laju kenaikan acuan. Setelah dibuka stagnan di posisi 100,41, the greenback lanjut melemah 0,21% ke level 100,2 pada pukul 13.5 WIB.

Di samping itu, pasar uang juga memantau perhelatan Pemilu Presiden Prancis yang dilakukan dua putaran, pada tanggal 23 April dan 7 Mei 2017. Kandidat Presiden Prancis yang disebut-sebut bersaing ketat adalah Emmanuel Macron dan Marine Le Pen. “Ada sedikit reli dari euro karena kondisi geopolitik di Prancis sedikit mereda menjelang pemilu pada April dan Mei nanti,” ujar Kepala Strategi FX Royal Bank of Canada, Sue Trinh.

Sementara itu, siang tadi mematok berada di level Rp13.308 per dolar AS, melambung 21 poin atau 0,16% dibandingkan perdagangan kemarin di Rp13.329 per dolar AS. Di saat yang sama, mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar AS, dengan pelemahan terdalam dialami baht Thailand sebesar 0,30%, disusul yen Jepang yang turun 0,16%.

Loading...