Gagal Jaga Momentum, Rupiah Berbalik Drop di Penutupan

Rupiah Melemah - beritasatu.com

Dibuka dengan penguatan, ternyata harus menutup awal pekan (12/2) ini di zona merah, meski indeks terpuruk di . Menurut catatan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, Garuda harus mengakhiri dengan pelemahan sebesar 11 poin atau 0,08% ke level Rp13.639 per AS.

Sebelumnya, rupiah ditutup melemah 23 poin atau 0,17% di posisi Rp13.628 per dolar AS pada perdagangan akhir pekan (9/2) kemarin. Kemudian, mata uang NKRI sempat rebound dengan dibuka menguat 18 poin atau 0,13% ke level Rp13.610 per dolar AS. Sayangnya, spot tidak mampu mempertahankan tren positif tersebut hingga akhir transaksi.

Dari pasar global, indeks dolar AS kembali bertekuk lutut terhadap yen , meski masih diperdagangkan di bawah level tertinggi dalam lima bulan imbas kenaikan saham AS pada pekan lalu, yang mengurangi permintaan untuk aset safe haven. Mata uang Negeri Sakura naik 0,13 poin atau 0,12% menuju level 108,67 yen per dolar AS pada pukul 11.56 WIB.

Seperti dilansir Reuters, yen cenderung menarik pada saat pasar saham dalam kondisi tertekan karena mata uang tersebut didukung oleh surplus neraca Jepang saat ini, yang menawarkan ketahanan lebih daripada negara-negara lain. Indeks S&P 500 di AS naik 1,5% pada hari Jumat kemarin, mengakhiri pekan fluktuatif menyusul lonjakan aksi beli, namun masih mencatat minggu terburuk dalam dua tahun.

Pekan lalu, Jepang telah memutuskan untuk mencalonkan Haruhiko Kuroda untuk masa jabatan kedua sebagai Gubernur Bank of Japan setelah masa jabatan periode pertama berakhir bulan April mendatang. Hal ini menandakan kebijakan moneter ultra-longgar BOJ akan tetap ada, dan dinilai berpotensi membebani yen.

“Tetapi, begitu pasar mereda, fokus mungkin akan kembali pada perbedaan dalam kebijakan moneter, dan itu bisa memberi kans dolar AS untuk naik terhadap yen,” kata Analis Pasar Global Senior di Sumitomo Mitsui Banking Corporation, Satoshi Okagawa. “Untuk saat ini, yen akan mengambil isyarat dari pergerakan AS dan ekuitas global.”

Selain yen, euro dan pound sterling juga terpantau menguat versus greenback di perdagangan Asia Pasifik pada Senin ini. Mata uang tunggal Benua Biru naik 0,4% ke level 1,2887 dolar AS setelah tengah hari di Hong Kong, sedangkan mata uang Inggris Raya bergerak 0,3% lebih tinggi menuju posisi 1,3870 dolar AS, sekaligus rebound dari posisi terendah dalam tiga minggu.

Loading...