Gagal Jaga Keunggulan, Rupiah Terdepresiasi di Akhir Dagang

ternyata tidak mampu memanfaatkan gerak AS yang terbebani pengunduran diri penasihat untuk bertahan di zona hijau hingga akhir dagang. Menurut laporan Bloomberg Index pukul 15.58 WIB, Garuda harus mengakhiri hari ini (14/2) dengan pelemahan 6 poin atau 0,05% ke level Rp13.330 per .

Rupiah mengawali perdagangan dengan melemah 5 poin atau 0,04% ke posisi Rp13.329 per dolar AS. Namun, istirahat siang, mata uang Garuda berbalik menguat 4 poin atau 0,03% ke level Rp13.320 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.54 WIB, spot masih bertahan di zona hijau setelah naik 5 poin atau 0,04% ke posisi Rp13.319 per dolar AS. Sayangnya, tren positif ini tidak dapat dilanjutkan hingga akhir perdagangan.

Sebenarnya, rupiah berpeluang unggul usai pergerakan dolar AS berbalik melemah menyusul pengunduran diri Michael Flynn sebagai penasihat keamanan untuk pemerintahan Presiden Donald Trump. Flynn mengundurkan diri setelah pemeriksaan terhadapnya tentang apakah dirinya membahas kemungkinan pencabutan sanksi AS terhadap Rusia sebelum Trump mulai memimpin Gedung Putih.

Setelah dibuka turun tipis 0,030 poin atau 0,03% ke posisi 100,930, the greenback kembali melemah 0,160 poin atau 0,16% ke level 100,800 pada pukul 14.09 WIB. “Berita tersebut membebani gerak dolar AS terhadap yen, mengingat situasi yang pelik untuk dipahami maupun kemungkinan kejatuhan lebih luas yang akan menyertainya,” jelas FX market analyst Sony Financial Holdings, Kumiko Ishikawa.

Saat ini, para investor menantikan pidato Gubernur , Janet Yellen, demi mendapatkan petunjuk kecenderungan arah kenaikan suku bunga AS. Yellen dijadwalkan memberi pernyataan dalam laporan tengah tahun Bank Sentral AS atas kebijakan moneter dan ekonomi di depan Senate Banking Committee pada hari ini, diikuti oleh pernyataan moneter tengah tahun di depan House Financial Committee esok hari.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di level Rp13.330 per dolar AS, posisi yang sama dengan kurs tengah sesi dagang kemarin. Di saat yang sama, mayoritas mata uang Asia bergerak menguat terhadap dolar AS, dengan penguatan tertinggi dialami won Korea Selatan sebesar 0,86%, disusul dolar Taiwan yang naik 0,48%, dan dolar Singapura sebesar 0,28%.

Loading...