Gagal Bendung Laju Dolar, Spot Ditutup Melemah Tipis 7 Poin

Seperti diprediksikan sebelumnya, rupiah tak mampu membendung laju penguatan dolar imbas ekonomi yang membaik. Dilaporkan Bloomberg Index pukul 15.58 WIB, mata uang Garuda harus menutup perdagangan awal pekan ini (8/8) dengan pelemahan tipis sebesar 7 poin atau 0,05% ke level Rp13.124 per dolar .

Pelemahan rupiah sudah terjadi sejak awal dagang dengan dibuka 37 poin atau 0,28% di level Rp13.154 per . Jeda siang, mata uang Garuda kembali terdepresiasi 39 poin ke Rp13.156 per . Sempat , rupiah kembali 10 poin atau 0,08% ke Rp13.127 per dolar AS pada siang hari. Spot harus kembali melempem 9 poin atau 0,07% ke Rp13.126 per dolar AS jelang penutupan.

“Laju dolar AS memang cenderung terus bergerak menguat seiring perbaikan data ekonomi AS,” kata Kepala Riset NH Securities Indonesia, . “Hal ini pun semakin melemahkan mata uang lainnya dan secara tidak langsung berimbas pada rupiah.”

Seperti diketahui, data payroll AS 255.000 pada Juli, melampaui semua prediksi dalam survei Bloomberg serta melanjutkan kenaikan yang diraih pada bulan sebelumnya sebesar 292.000. Sementara, tingkat stabil di level 4,9%, meski gagal memenuhi ekspektasi 4,8%. Selain itu, pertumbuhan upah bulan Juli juga meningkat dari 0,1% menuju 0,3%.

“Meski faktor fundamental dalam negeri seperti membaik, namun sentimen tersebut masih kurang kuat menandingi tekanan eksternal,” timpal Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, Vidi Yuliansyah. “Dolar AS sebagai mata uang dunia lebih berpengaruh karena data internal hanya berfungsi menahan pelemahan agar tidak terlampau jauh.”

Loading...