G20 Tukar Informasi Data Perbankan Mulai 2018

Pertukaran informasi perbankan atau automatic exchange of information (AEoI) akan mulai diberlakukan sejumlah yang tergabung dalam kelompok G20 mulai tahun 2018 mendatang. Jika ada anggota yang tidak mematuhi kesepakatan pertukaran data tersebut, maka akan ada sanksi bagi yang bersangkutan.

“Saya melakukan intervensi mengenai persiapan pertukaran data secara terbuka pada 2018,” kata , Bambang . “Sebab, kami melihat harus ada sanksi atau semacam hukuman kepada negara yang tidak patuh.”

Bambang menambahkan, sanksi yang diusulkan berupa blacklist dan sanksi dalam bentuk aliran uang. “Namun, sanksi tersebut belum final karena kami masih akan mengumpulkan semua negara yang ikut,” sambungnya.

“Kami juga meminta G20 mewaspadai kemungkinan yuridiksi yang mencari celah untuk tidak mengikuti ketentuan yang terkait dengan kesepakatan pertukaran data keuangan,” tambah Bambang. “Hal ini untuk memastikan agar semua yuridiksi negara bisa benar-benar diikat dalam ketentuan AEoI.”

Sebelumnya, ada beberapa negara anggota G20 yang belum menyetujui kesepakatan tersebut, salah satunya Panama. Namun dalam pertemuan terakhir G20 pada 22-23 Juli kemarin, negara di kawasan Tengah itu telah menyatakan setuju untuk ikut kesepakatan tersebut. “Panama sudah setuju ikut 2018. Itu suatu kemajuan sebab sebelumnya mereka belum ikut,” tutup Bambang.

Loading...