G20 Sepakat Promosikan Perdagangan Bebas dan Tolak Proteksionisme

Para pemimpin G20 sepakat untuk menolak proteksionisme dan lebih mempromosikan bebas untuk mempercepat pertumbuhan global. Selain itu, kelompok ini juga menegaskan penggunaan kebijakan moneter, , dan struktural untuk lebih meningkatkan perekonomian dunia di tengah perlambatan ekonomi berkembang imbas keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Saat menutup pertemuan puncak G20 di Hangzhou, China, China, Xi Jinping, mengemukakan bahwa semua negara bertekad untuk menghidupkan kembali perdagangan dan investasi. “G20 akan mengutamakan solidaritas untuk kebijakan ekonomi makro,” kata Xi Jinping.

Para pemimpin dari tujuh negara maju (Inggris, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Serikat) ditambah negara-negara berkembang termasuk Brazil, China, dan India beranggapan bahwa pertumbuhan global masih lemah. Karena itu, untuk mengatasi kekhawatiran proteksionisme yang dapat melemahkan aktivitas perdagangan, mereka pun sepakat untuk melakukan sistem perdagangan multilateral dalam komunike tersebut.

Sementara untuk mengatasi kelebihan pasokan di China yang menyebabkan penurunan , para pemimpin sepakat untuk membentuk sebuah forum global baru yang akan membahas cara-cara untuk menangani kelebihan kapasitas. Adapun untuk mengatasi risiko geopolitik, termasuk serangkaian serangan teroris, para pemimpin membahas strategi untuk memblokir dana dan menemukan pemilik perusahaan boneka yang digunakan sebagai tempat pencucian uang.

Komunike juga mengungkapkan bahwa pergerakan yang tidak teratur juga dapat memengaruhi perekonomian global. “Kebijakan kami tidak berubah untuk memonitor perkembangan pasar valuta dan terus merespon ketika diperlukan,” kata Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe.

Loading...