G20 Gunakan Segala Cara Perbaiki Ekonomi Dunia Pasca-Brexit

Usai keluarnya Inggris dari Uni Eropa, risiko perekonomian memang makin besar. Karena itu, negara-negara yang tergabung dalam G20 akan menggunakan segala cara untuk mendukung pertumbuhan global yang lebih baik di masa depan.

Pernyataan tersebut disampaikan para delegasi G20 ketika mengadakan pertemuan di Kota Chengdu, China, pada 23-24 Juli kemarin. Pada akhir pertemuan, mereka mengutarakan keprihatinan tentang bagaimana akan memengaruhi ekonomi dunia.

“Melihat perkembangan terakhir, kami menegaskan kembali tekad kami menggunakan semua instrumen kebijakan, baik moneter, fiskal, dan struktural, baik secara individual maupun kolektif, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan,” kata mereka. “Para anggota akan proaktif untuk mengatasi masalah ekonomi dan global.”

Sebelumnya, Keuangan Inggris yang baru, Philip Hammond, menyampaikan bahwa ketidakpastian tentang Brexit akan mereda usai Inggris mengeluarkan visi hubungan mereka dengan Eropa di masa depan. “Ketidakpastian akan mulai berkurang ketika kami mampu mengatur hubungan yang lebih jelas dengan Uni Eropa,” kata Hammond.

Meski demikian, Hammond mengatakan, di keuangan di tahun-tahun mendatang masih tetap ada. Hal ini seiring International Monetary Fund () yang memangkas proyeksi pertumbuhan global karena Brexit. “Jika mitra kami di Uni Eropa menanggapi visi tersebut dengan , maka akan ada kemungkinan pada akhir tahun ini kami memiliki tujuan yang sama sehingga bisa menenangkan komunitas dan ,” sambungnya.

Sebelumnya, IMF mengatakan hasil referendum Inggris telah menekan gambaran ekonomi dunia. Dalam terbaru, IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia pada 2016 dari semula 3,2 persen menjadi 3,1 persen.

Loading...