Fungsi Beragam, Harga Reagen Salkowski Dibanderol Sekitar Rp 187 Ribuan

Reagen Salkowski - www.tokopedia.comReagen Salkowski - www.tokopedia.com

Bagi yang berkecimpung di bidang mungkin sudah tak asing lagi dengan reagen Salkowski. Salkowski reagent atau pereaksi Salkowski adalah formulasi yang cukup banyak digunakan dalam dunia . Formulasi ini telah dikembangkan para untuk menentukan konsentrasi asam indole-3-asetat. Reagen atau larutan ini terdiri dari besi klorida yang dilarutkan dalam asam pengoksidasi pekat dan biasanya di dengan sekitar Rp 187.500 per botol isi 25 ml.

Reagen Salkowski awalnya dikembangkan oleh Salkowski pada tahun 1885 untuk penentuan kolorimetri senyawa yang mengandung cincin indole atau indole ring. Saat ini, fungsi reagen Salkowski terutama digunakan untuk penentuan konsentrasi asam indole-3-asetat. Namun rupanya ada juga reagen Salkowski lain yang digunakan untuk memperkirakan kolesterol total.

“Orang yang sama (Salkowski E.) telah mengembangkan dua reagen ini tetapi untuk tujuan yang berbeda. Padahal kedua reagen ini memiliki bahan yang sama; besi klorida dan asam sulfat pekat, keduanya memiliki formulasi dan mekanisme aksi yang berbeda,” demikian seperti dilansir Biochempages.

Formulasi asli reagen Salkowski mengandung 0,5 M FeCl3, air suling dan H2SO4 pekat dalam proporsi 1:50:30 (v/v/v). Namun, formulasi asli membentuk reaksi merah muda yang stabil hanya dalam kurun waktu yang singkat. Setelah terbentuk, reaksi akan mulai memudar setelah 15 menit. Oleh sebab itu, peneliti biasanya perlu menyelesaikan pengambilan absorbansi pada panjang gelombang 530 nm sesegera mungkin.

Untuk meningkatkan sensitivitas serta spesifisitas untuk asam asetat indol, para peneliti telah mengembangkan banyak formulasi dengan memodifikasi reagen Salkowski asli. Formulasi ini pada dasarnya berbeda dalam konsentrasi besi klorida dan asam pengoksidasi yang digunakan. Salah satu modifikasi tersebut adalah Fe-HClO4 dan itu termasuk; penggunaan asam perklorat 35% sebagai pengganti asam sulfat.

Formulasi Fe-ClO4 dikembangkan oleh Gordon dan Weber pada tahun 1950. Formulasi ini mengandung 0,5 M FeCl3 dalam 35% HClO4 dalam proporsi 1:50 (v/v). Warna yang dikembangkan stabil hingga 3 jam, tetapi peneliti perlu mengukur absorbansi setelah 25 menit inkubasi untuk hasil yang lebih baik. Peneliti bisa mengukur absorbansi pada panjang gelombang yang sama, yaitu 530 nm.

Loading...