Ford Tutup, Potensi Pasar Mobil di Indonesia Masih Besar

Senin (25/1) lalu, PT Ford Motor (FMI) dalam pernyataan resminya telah mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan semua operasinya di mulai paruh kedua tahun ini. Namun, keputusan Ford tersebut secara garis besar tidak bisa menggambarkan potensi pasar di .

“Pasar mobil di Tenggara, khususnya di Indonesia, masih memiliki potensi yang sangat besar,” ujar Wakil Ketua Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto. “Dengan penduduk mencapai 255 juta, Indonesia masih akan memberikan potensi yang sangat besar.”

Sugiarto menambahkan, masuknya SAIC-GM-Wuling Automobile, patungan antara GM dan pembuat mobil dari Cina, adalah bukti bahwa pasar Indonesia masih menarik. Tahun lalu, tersebut sudah mulai membangun pertama mereka di Indonesia, tepatnya di Bekasi, Jawa Barat.

Sementara itu, Menteri Perindustrian, Saleh Husin, mengatakan bahwa Ford tidak mampu bersaing di Indonesia karena tidak memiliki komponen pendukung. “Tentu saja, Ford dikalahkan dalam kompetisi,” kata Saleh Husin.

“Para pesaing memproduksi komponen mereka sendiri di Indonesia,” sambungnya. “Itu sebabnya, jika Anda ingin memenangkan persaingan, Anda juga harus menjadikan Indonesia sebagai basis produksi, bukan hanya sekadar pasar.”

Selama ini, Ford memang tidak benar-benar melakukan produksi mobil di Tanah Air. Karena itu, Ford kalah bersaing dengan pabrikan lain, terutama dari .

“Setelah mempelajari dengan saksama semua pilihan yang mungkin, jelas bagi kami bahwa pasar di Indonesia tidak memberikan keuntungan yang berkelanjutan,” kata Managing Director Ford Motor Indonesia, Bagus Susanto. “Jadi, semua operasi Ford Indonesia, termasuk dealer, akan pada paruh kedua tahun 2016.”

Ditambahkan Bagus, perusahaan akan tetap berkomitmen untuk menyediakan layanan purnajual kepada konsumen. “Saat ini, kami akan tetap melakukan dan layanan seperti biasa sampai pemberitahuan lebih lanjut,” sambungnya.

Tahun lalu, menurut data terbaru Gaikindo, Ford hanya mampu menjual kurang dari 5.000 unit di Indonesia. Itu artinya, mereka mengalami penurunan penjualan lebih dari 50% dibanding tahun 2014 yang mencapai 12.008 unit. Pada periode yang sama, total penjualan mobil secara keseluruhan turun hanya 16% menjadi 1,01 juta unit dengan merek Jepang seperti Toyota, Honda, dan Daihatsu sebagai penguasa.

Loading...