Ford ‘angkat kaki’ dari Indonesia, BKPM Klaim Pasar Otomotif Masih Bergairah

Jakarta – Hengkangnya salah satu produsen otomotif global PT Ford Motor (FMI), dinyatakan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tak akan mempengaruhi realisasi investasi di sektor otomotif. Hal ini dikatakan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menyusul aksi pabrikan mobil asal AS tersebut yang mengumumkan untuk menghentikan seluruh aktivitas operasionalnya di .

“Keputusan Ford Motor Indonesia untuk menghentikan kegiatannya di Indonesia, bukan sinyal menurunnya daya tarik investasi sektor otomotif,” terangnya dalam siaran pers yang diterima oleh awak , kemarin (26/1).

Franky menegaskan, pihaknya masih sangat optimis terhadap investasi di sektor otomotif roda 4 Indonesia karena masih menunjukkan geliat pertumbuhan.

“Ke depan, kami tetap optimistis bahwa perkembangan investasi di bidang otomotif akan terus meningkat,” ujar Franky.

Pendapat Franky ini didasarkan dari BKPM tahun 2015 yang menunjukkan peningkatan realisasi investasi di sektor industri alat angkutan dan . Sebagaimana tercatat, jumlahnya 6,5% hingga mencapai Rp 23,57 Triliun di tahun 2015 yakni meningkat dari realisasi di tahun yang berjumlah Rp 22,13 Triliun.

Rasio kepemilikan mobil di Indonesia pun masih rendah. Data yang dicatatkan oleh OICA (International Organization of Motor Vehicle Manufacturers) menunjukkan rasio kepemilikan kendaraan roda 4 di indonesia masih berada di angka 77 : 1000, sedangkan di negara tetangga seperti Malaysia jumlahnya sudah mencapai 397 : 1000. Hal inilah yang membuat Franky semakin yakin bahwa cukup tersisa banyak peluang untuk mobil di Indonesia.

Sebelumnya, PT Ford Motor Indonesia (FMI) mengumumkan akan menutup seluruh dealership, serta menghentikan aktifitas dan impor resmi seluruh kendaraan Ford di Indonesia. Pengumuman ini dirilis oleh PT FMI melalui website resminya.

Loading...