FOMC Meeting KO Dolar, Rupiah Menguat di Senin Sore

Rupiah menguatRupiah menguat seiring dengan pergerakan kurs mata uang Asia - starberita.com

JAKARTA – melaju cukup kencang pada awal pekan (28/1), ketika indeks dolar AS cenderung bergerak melemah seiring dengan proyeksi investor bahwa The Fed akan mempertahankan stabil. Menurut catatan Index pada pukul 15.55 WIB, mata uang Garuda menguat 21 poin atau 0,15% ke level Rp14.072 per dolar AS.

Sementara itu, siang tadi menetapkan tengah berada di posisi Rp14.038 per dolar AS, melonjak 125 poin atau 0,99% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.163 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia kompak mengungguli greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,41% menghampiri won Korea Selatan.

Dari pasar , indeks dolar AS tergelincir pada awal pekan, tidak jauh dari posisi terendah dalam satu minggu, ketika pasar keuangan mengalihkan perhatian mereka ke tinjauan penetapan suku bunga pada tengah pekan. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,0120 poin atau 0,01% menuju level 95,782 pada pukul 13.15 WIB.

“Secara umum, dolar AS masih mengarah turun dan pasar akan mengambil isyarat dari pada minggu ini,” kata ahli strategi mata uang di Bank of Singapore, Sim Moh Siong. “Federal Reserve kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga stabil sepanjang tahun ini mengingat kondisi pertumbuhan ekonomi di luar AS.”

FOMC meeting akan digelar pada 29-30 Januari, dan Gubernur Jerome Powell secara luas diharapkan untuk mengakui risiko yang meningkat terkait ekonomi AS ketika pertumbuhan global melemah. Selama sekitar dua bulan terakhir, Powell dan beberapa pembuat kebijakan The Fed lainnya telah mengambil pendekatan yang lebih hati-hati pada pengetatan moneter lebih lanjut, membuat dolar AS drop setelah menikmati dorongan dari kenaikan empat tingkat suku bunga The Fed tahun lalu.

Pedagang sendiri cenderung bersikap bearish terhadap dolar AS untuk tahun 2019. Dilatarbelakangi melemahnya ekonomi global dan ketegangan perdagangan AS-, Federal Reserve secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga stabil pada tahun ini untuk menghindari perlambatan pertumbuhan di dalam negeri. Pasar suku bunga berjangka menetapkan tanpa kenaikan suku bunga untuk 2019.

Loading...