FOMC masih bernada Dovish, Rupiah Terkatrol Naik 19 Poin

Jakarta membukukan catatan positif hingga akhir perdagangan hari ini. Seperti terlihat di laman , menguat 19 poin atau sekitar 0,14% di level Rp 13.115/ pada penutupan perdagangan Selasa (12/4).

Aura bersinar Rupiah sudah terasa sejak perdagangan sesi pertama dibuka. Rupiah 8 poin dari posisi penutupan di hari sebelumnya. Penguatan Rupiah terus berlanjut hingga tercatat menguat 15 poin pada jeda perdagangan sesi I. Saat itu, Rupiah mendarat di level Rp 13.119/USD dengan lonjakan sebesar 0,11%.

Sentimen positif masih berhembus dari suasana rapat FOMC. Laju AS yang melemah mendorong penguatan pada sejumlah mata uang, termasuk Rupiah.

“Rupiah stabil menguat. (Masih merespons efek) FOMC. ( juga menyoroti) statement yang bilang mereka tak ingin (penguatan) Rupiah terlalu cepat. Ada ekspektasi (laju rupiah) turun lagi. (Penguatan rupiah bertahap), kita lihat bagus,” ujar Purwoko Sartono, Analis Riset Panin Sekuritas, hari ini (12/4).

Rangga Cipta dari Samuel Sekuritas Indonesia pun telah memprediksi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS akan menguat hingga akhir perdagangan.

“Ruang penguatan Rupiah masih tersedia hari ini (jika) melihat tren indeks dolar yang turun, serta mentah yang naik,” katanya dalam hasil risetnya.

“Penguatan juga terlihat di pasar SUN yang imbal hasil tenor 10 tahunnya turun hingga 7,5% walaupun IHSG menurun drastis sepanjang perdagangan kemarin,” sambung Rangga.

Untuk saat ini, fokus pasar akan tertuju pada pembahasan -P yang mengindikasikan prospek pertumbuhan ke depan. Para juga masih menunggu pengumuman Bank Indonesia terkait operasi moneter yang akan dirilis Jumat mendatang (15/4).

Loading...