Fokus Lima Sektor, Target ‘Making Indonesia 4.0’ Tembus Top 10 Dunia

Making Indonesia 4.0 - www.industry.co.idMaking Indonesia 4.0 - www.industry.co.id

JAKARTA – Pada hari Rabu (4/4) kemarin, Presiden Indonesia, Joko Widodo, meresmikan ‘Making Indonesia 4.0’ dalam acara Indonesia Industrial Summit (IIS) 2018 yang berlangsung di Jakarta Convention Center. Dirilis oleh Perindustrian, ini bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu dari 10 terbesar di dunia, dengan meningkatkan lima sektor, mulai dan , tekstil dan garmen, , kimia, dan .

“Keberhasilan implementasi ‘Making Indonesia 4.0’ dapat mendorong pertumbuhan bruto (PDB) riil sebesar satu sampai dua persen per tahun, sehingga pertumbuhan PDB per tahun akan meningkat menjadi enam sampai tujuh persen dalam periode 2018-2030,” ujar Jokowi, seperti dikutip Nikkei. “Indonesia ingin memecahkan top 10 ekonomi global pada tahun 2030 mendatang.”

Menurut data dari World Bank atau Bank Dunia, per 2016 lalu, Indonesia tercatat berada pada posisi ke-16 dalam urutan daftar negara ekonomi terbesar. Nah, untuk mendukung target tersebut, ini harus dicapai melalui peningkatan efisiensi, peningkatan transportasi, serta penggunaan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan, robotika, dan internet.

Departemen Perindustrian sendiri mengharapkan peta jalan, yang meminjam namanya dari Industry 4.0 milik Jerman, akan menyebabkan sektor manufaktur menyumbang 21 persen hingga 26 persen dari produk domestik bruto pada tahun 2030 mendatang, dari 17,9 persen di saat ini. Pengembangan kelima sektor tersebut juga bertujuan untuk membuat produk Indonesia lebih kompetitif dan meningkatkan ekspor yang cukup untuk berkontribusi 10 persen terhadap PDB pada tahun 2030.

“Making Indonesia 4.0 memberikan arah yang jelas bagi pergerakan industri nasional di masa depan, termasuk fokus pada pengembangan lima sektor manufaktur yang akan menjadi percontohan,” ujar Menteri Perindustrian, Airlangga Hartato, seperti dilansir Antara. “Penyusunan peta jalan ini telah melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari institusi pemerintah, asosiasi industri, pelaku usaha, penyedia teknologi, maupun lembaga riset dan pendidikan.”

Loading...