Cenderung Fluktuatif, Rupiah Akhirnya Berakhir Positif

Rupiah menguatRupiah menguat pada perdagangan Senin (25/11) sore - infosurabaya.id

JAKARTA – Setelah bergerak dalam kisaran yang sempit, akhirnya mampu melaju ke area hijau pada Senin (25/11) sore, di tengah optimisme yang lebih besar tentang pembicaraan -China. Menurut Index pada pukul 15.57 WIB, Garuda menguat tipis 6 poin atau 0,04% ke level Rp14.086 per AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.091 per dolar AS, menguat 9 poin atau 0,06% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.100 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia variatif terhadap greenback, dengan kenaikan tertinggi 0,14% dialami won Korea Selatan dan pelemahan terdalam sebesar 0,14% menghampiri ringgit Malaysia.

Dari pasar global, indeks dolar AS bergerak pada hari Senin, di tengah optimisme yang lebih luas tentang pembicaraan perdagangan AS-China, sedangkan poundsterling naik di tengah harapan Brexit yang akan segera terjadi. Mata uang Paman Sam terpantau melemah tipis 0,045 poin atau 0,05% ke level 98,225 pada pukul 15.32 WIB setelah sebelumnya ditutup di zona hijau.

Seperti diberitakan Reuters, pada akhir pekan kemarin, ada sebuah laporan yang menyebutkan bahwa China berupaya untuk meningkatkan perlindungan hak kekayaan intelektual, menjaga harapan agar terobosan dalam pembicaraan perdagangan tetap hidup. Presiden China, Xi Jinping, mengatakan pada hari Jumat (22/11) bahwa ia ingin mencapai kesepakatan, sementara Presiden AS, Donald Trump, menuturkan kemajuan berjalan dengan baik.

Ketegangan yang meningkat atas Hong Kong, bagaimanapun, telah muncul sebagai komplikasi baru dalam pembicaraan perdagangan AS-China, yang sebaliknya tampaknya kemajuan lambat. Negara kota ini telah diguncang protes anti- dalam lima bulan terakhir, dan Beijing telah bereaksi terhadap bagian undang-undang AS yang mendukung para demonstran.

Warga Hong Kong berduyun-duyun mendatangi kotak suara pemilihan umum distrik yang digelar pada Minggu (24/11). Menurut laporan South China Morning Post, kandidat pro-demokrasi meraih setidaknya 278 kursi dari 452 untuk diperebutkan, sekitar tujuh kali lebih banyak daripada yang diraih kandidat pro-pemerintah. “Nilai RUU Hong Kong akan meningkat, yang mendasari ketegangan AS-China,” ujar kepala ekonomi dan strategi di Mizuho Bank di Singapura, Vishnu Varathan.

Loading...