Fluktuasi Rupiah Sepekan Depan Diprediksi Berkisar 13.700-13.850

kursRekam pergerakan Rupiah sepekan terakhir diketahui tajam, terlebih setelah China PBoC (People’s Bank of China) memutuskan untuk mendevaluasi nilai . Hanya dalam sepekan, Rupiah telah sejauh 1,81%. Pada perdagangan terakhir di hari Jumat lalu (16/8), Rupiah tercatat 0,13% dari hari sebelumnya hingga terhenti di level Rp 13.787 per Dolar Amerika.

Research and Analyst Divisi Tresuri Bank BNI, Trian Fathria, menyatakan bahwa manuver PBoC lah yang menjadi pemicu utama hingga Rupiah menjorok ke level 13.800-an pada hari Rabu lalu (12/8). Langkah ini semakin memantapkan posisi Dolar AS hingga merebut perhatian para pelaku pasar. Kondisi yang sangat tak diinginkan oleh lain selain Dolar AS, termasuk Rupiah.

Faktor domestik yang kurang memuaskan juga seakan membiarkan Rupiah untuk tetap terpuruk di level psikologi terendahnya. Tingkat stagnan, Pertumbuhan ekonomi yang melambat, dan tingginya aksi jual di bursa semakin menekan Rupiah. “Tercatat hingga pertengahan Agustus 2015 aksi jual di bursa mencapai Rp 3,5 T,” ujar Trian.

Pergerakan Rupiah di Minggu selanjutnya diharapkan tak akan separah minggu lalu. Rilis BI rate melalui Rapat Dewan Gubernur (BI) dan laporan dari (Badan Pusat Statistik) diharapkan cukup menahan posisi Rupiah. “Memang pelemahannya tidak terlampau besar lagi karena diharapkan semakin aktif intervensi,” lanjutnya. Pelemahan ini tampaknya masih akan berlangsung hingga sepekan ke depan dengan prediksi kisaran Rp 13.700 – 13.850 per Dolar AS.

Loading...