Lewat Genre Horor, Film Indonesia Menembus Pasar Mancanegara

Film Horor Ratu Ilmu Hitam - (YouTube: Rapi Films)Film Horor Ratu Ilmu Hitam - (YouTube: Rapi Films)

JAKARTA – Setelah bertahun-tahun dalam bayang-bayang serta dianggap sebagai genre rendahan, saat ini Indonesia ternyata mampu membuat terobosan luar biasa di pasar . dan kritikus datang untuk menghormati film horor dalam negeri karena menghadirkan yang mengerikan, skill pemain yang luar biasa, dan pengaturan autentik yang mengeksploitasi tradisi yang kaya dari rakyat.

Seperti dilansir dari Nikkei , ‘Ratu Ilmu Hitam’ adalah film horor Indonesia terbaru yang debut secara internasional di Shudder, penyedia streaming horor populer yang dimiliki AMC Networks. Film tersebut, yang tersedia sejak 22 Januari kemarin, adalah satu-satunya judul di antara 12 film horor internasional yang ditayangkan perdana oleh Shudder selama kuartal pertama 2021.

“Platform streaming (telah) mengubah dunia menjadi pasar yang besar ketika semua orang dapat mengakses film dari seluruh penjuru, termasuk Indonesia,” kata Joko Anwar, sutradara dan penulis naskah yang termasuk gelombang baru pembuat film horor Indonesia yang menarik perhatian dunia. “Saya hanya bisa bersyukur untuk itu.”

Film-film horor Indonesia sekarang sebagian merupakan remake dari karya lawas yang dirilis sekitar 1960-an hingga 1980-an. Sebut saja judul-judul seperti ‘Birth in the Gave’ (judul asli ‘Beranak Dalam Kubur’ keluaran 1971) yang berfokus pada perjuangan antara saudara perempuan yang baik dan yang jahat dan ‘Mystic in Bali’ (judul asli ‘Leak’ tahun 1981) tentang seorang wanita Amerika yang diperkenalkan dengan ilmu hitam oleh penyihir Bali.

Bagi banyak orang, film berdarah dan eksotis ini adalah turunan film sampah. Meski demikian, mereka adalah anugerah bagi penggemar horror old skull yang merindukan film-film mewah dan berani di akhir 1970-an dan 1980-an, yang banyak di antaranya dibuat oleh sutradara Amerika Utara, seperti Sam Raimi, George Romero, dan David Cronenberg, dan talenta Italia seperti Lucio Fulci, Dario Argento, Joe D’Amato, dan Bruno Mattei.

“Dulu ada satu kumuh yang kebanyakan memutar film horor dari Indonesia, Italia, dan Amerika, bersama dengan seni bela diri Hong Kong dan film-film ,” cerita Joko tentang masa kecilnya. “Dua kengerian yang paling berkesan yang pernah saya tonton selama masa kecil saya adalah ‘Pengabdi Setan’ oleh Sisworo Gautama Putra dan ‘Ratu Ilmu Hitam’ oleh Liliek Sudijo.”

Terlepas dari pandemi virus corona, tahun 2020 sangat baik untuk film horor Indonesia. Film ‘Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2’ arahan Timo Tjahjanto dan ‘Perempuan Tanah Jahanam’ garapan Joko memulai debutnya di Shudder. Dirilis secara internasional sebagai ‘Impetigore’, yang terakhir menerima enam Piala Citra, diputar di Sundance Festival di AS, dan telah diajukan untuk ajang Academy Awards ke-93.

“Horor dulunya adalah kasta terendah dalam hierarki genre, tapi karena itu, juga memberikan lebih banyak ruang bagi sutradara untuk membawa sesuatu yang baru ke meja,” tutur Bront Palarae, aktor asal Malaysia yang juga bermain dalam ‘Pengabdi Setan’. “Film horor Indonesia dibangun secara organik dari bawah ke atas, melayani pasar potensial 280 juta orang yang berbicara dalam satu bahasa.”

Salah satu ciri khas film horor Indonesia adalah banyaknya karakter wanita yang kuat, termasuk penyihir dan iblis yang mengganggu mereka. Menurut Tara Basro, artis wanita top dalam negeri, dulu tokoh-tokoh perempuan sering diseksualisasi dan digambarkan lemah. “Di film-film Joko, terlihat bahwa mereka semua punya cerita, kekuatan, dan kedalaman, sesuatu yang sangat penting untuk dilihat di layar sebagai perempuan muda,” katanya.

“Saya dikelilingi oleh wanita-wanita kuat sepanjang hidup saya, seperti ibu saya, saudara perempuan saya, dan teman-teman saya, juga sebagian besar produser saya adalah wanita,” timpal Joko. “Namun, meski horor merupakan genre yang memperjuangkan wanita, emansipasi tidak selalu diberikan di Indonesia. Meskipun kami pernah memiliki wanita dan kami memiliki banyak wanita di posisi tinggi, wanita masih terpinggirkan.”

Keunggulan horor Indonesia juga ditentukan oleh aksen cerita rakyat yang kuat. Joko percaya bahwa lokalisasi adalah salah satu alasan utama mengapa penggemar film menyukai horor Indonesia. “Pasalnya, menonton karakter saat menghadapi masalah yang kita kenal, tetapi tetap dalam batas budaya mereka, membantu kita untuk lebih memahami diri kita sendiri, dan itu memberi kepuasan menonton film,” terang Joko.

“Ibu saya terus menggunakan cerita rakyat untuk mendisiplinkan saya, mengatakan bahwa jika saya nakal, hantu dengan payudara sangat besar akan menculik dan menyembunyikan saya di bawah dadanya sampai saya mati,” tambah Joko. “Bangsa kita kaya dengan setan, tidak termasuk politisi korup. Terakhir kali saya periksa, saya temukan 44 hantu, tidak termasuk variasinya. Dengan latar belakang itu, kita harus menjadi eksportir cerita hantu terbesar.”

Loading...