Filipina Bakal Terbitkan Lisensi Judi Online Bagi Asing

The Philippine Amusement and Gaming Corp (Pagcor) pada Selasa (13/9) kemarin mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan lisensi kepada pihak asing yang ingin menyediakan untuk judi online melalui , yang mencakup e-kasino dan juga taruhan olahraga. Hal ini dilakukan guna mengimbangi hilangnya pendapatan dari perjudian online dalam negeri.

Untuk aplikasi lisensi e-kasino, dikenakan sebesar 50.000 dolar AS, sedangkan lisensi untuk taruhan olahraga dikenakan 40.000 dolar AS. Setelah disetujui, penyedia layanan yang disebut dengan Philippine Offshore Gaming Operator (POGO) tersebut diwajibkan membayar 200.000 dolar AS untuk lisensi e-kasino dan 150.000 dolar AS untuk lisensi taruhan olahraga.

“Biaya lisensi game offshore ini dimaksudkan untuk menutup pendapatan yang hilang akibat banyaknya kafe e-game yang ditutup,” jelas Chief Executive Pagcor, Andrea Domingo. “ telah kehilangan pendapatan sekitar 215 juta dolar AS setiap tahun yang seharusnya didapatkan dari operator game .”

Meski begitu, Pagcor mewajibkan operator offshore membatasi klien untuk orang asing yang tidak tinggal di . Menurut Pagcor, orang asing yang tinggal di dan mereka yang masih di bawah usia 21 tahun tidak diperbolehkan bermain dalam game ini. “Kami juga akan meminta National Bureau of Investigation and the Bureau of Immigration untuk memantau kepatuhan,” kata Pagcor.

Perjudian lewat internet memang telah memperoleh popularitas untuk perangkat mobile karena dirasa lebih nyaman untuk pelanggan dan membutuhkan biaya yang murah bagi operator. Beberapa zona ekonomi di Filipina juga sudah menerbitkan izin perjudian online.

Meski begitu, seorang manajer di sebuah perusahaan pengembangan game offshore mengatakan agar Pagcor dan kebijakan zona ekonomi harus diselaraskan untuk menghindari kebingungan atau ganda. “Saya pikir apa yang Pagcor perlu lakukan adalah bertindak sebagai regulator dan tidak melewati batas induk. Jika tidak, kebingungan bisa menghambat minat , atau pelaku industri mungkin akan dipaksa untuk mencari di tempat lain,” katanya.

Loading...