Federal Reserve Naikkan Suku Bunga, Dolar AS Menang Telak

MARKETS-PRECIOUS/ diketahui lagi siang (2/7). Dirilis pada situs resmi Bank Indonesia, www.bi.go.id/ Bank Indonesia pada hari ini telah menempatkan BI pada posisi Rp 13.337 per Amerika Serikat. Kurs tengah hari ini terhitung melemah 6 basis poin dari posisi kemarin (1/7) di level Rp13.331 perDolar Amerika Serikat. Sementara menurut pantauan Indeks Bloomberg yang dicatat pada pukul 13.13 WIB, Rupiah melemah 0,23% ke posisi Rp 13.356 perDolar AS.

Terpuruknya Rupiah siang ini disinyalir terpicu oleh terkoreksinya Jepang. Melemahnya ini tak lain akibat serbuan rilis data ekonomi Amerika Serikat yang mendorong untuk menaikkan . Hal ini sejenak mengalihkan perhatian dunia dari krisis hutang yang hingga kini masih belum menemui titik terang. Amerika Serikat tercatat membukukan keuntungan yang solid terhadap mayoritas komoditas, terutama terhadap Dolar Selandia Baru.

Dolar menguat 0,2% terhadap yen, hingga Yen terdampar di level 123,34. Sementara itu, Dolar Selandia Baru tergelincir sebanyak 67 sen AS, penurunan pertama kali dalam 5 tahun terakhir di tengah potensi penurunan suku bunga acuan. Dolar Selandia Baru meluncur jatuh ke level 0,6694 per Dolar AS, dan terus turun sekitar 0,5% menjadi 0,6703 per Dolar AS. Selain Dolar Selandia Baru, Dolar Kanada juga melemah ke posisi terendahnya dalam 2 bulan terakhir di 1,2598 per Dolar AS.

Loading...