Federal reserve Kecewakan Investor, Rupiah ambil Momentum untuk Menguat

Rupiah-DollarRupiah akhirnya berhasi membalik keadaan. Jelang sesi penutupan (18/6), Rupiah terus bergerak ke teritori positif hingga akhirnya ditutup menguat dari posisinya kemarin. Menurut pantauan Indeks , Rupiah sampai di level Rp 13.307 per . Posisi ini lebih tinggi 41 poin dibanding penutupan hari sebelumnya, yakni pada level Rp 13.348 per Serikat. Sedangkan berdasarkan referensi (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate) , Rupiah sore ini menguat 26 basis poin hingga tembus ke level Rp 13.341 per .

Meroketnya Rupiah ini tak lain dikarenakan oleh kekecewaan investor atas sikap yang dinilai memberikan sinyal tidak jelas terkait penaikan suku buga acuan. Melemahnya Dollar ini mendukung beberapa mata uang asia serta Euro untuk memanfaatkan momentum ini. Meski masih dibayang-bayangi oleh risiko default utang Yunani, nyatanya Euro berhasil memperbaiki keadaan dengan melesat sejauh 0,5% ke posisi tertingginya dalam 1 bulan terakhir ini di level 1,1411 per Dolar Amerika Serikat.

Sementara nasib sebaliknya dialami oleh IHSG (Indeks Saham Gabungan) yang malah ditutup melemah tipis 0,25 poin (setara 0,01%) ke posisi 4.945,49. Hal ini dikarenakan para pelaku pasar saham cenderung menahan aksi beli di tengah negatifnya iklim di bursa saham regional. Satrio Utomo, Kepala Riset Universal Broker Indonesia mengatakan bahwa kondisi bursa saham regional yang bergerak melemah mendorong IHSG BEI untuk berbalik arah ke jalur merah. “Pada sesi pagi, indeks BEI bergerak menguat. Akan tetapi, kondisi bursa regional yang negatif membuat risiko di pasar saham domestik menjadi tinggi. Situasi itu menahan pelaku pasar melakukan aksi beli,” ujarnya.

Loading...