Fed Rate Naik, Rupiah Justru Menguat ke Rp 13.316/USD di Awal Dagang

Jakarta dibuka menguat 48 poin atau 0,36 persen ke level Rp 13.316 per AS di awal pagi hari ini, Kamis (16/3). Kemarin, Rabu (15/3) ditutup 0,04 persen atau 6 poin ke posisi Rp 13.364 per dolar AS usai bergerak di rentang angka Rp 13.355 hingga Rp 13.379 per dolar AS.

Pada Kamis dini hari (16/3) () akhirnya resmi menaikkan suku bunga acuannya atau FFR target sebesar 0,25 basis poin dari 0,75 persen menjadi 1 persen. juga sekaligus mengisyaratkan bahwa pihaknya kemungkinan akan kembali menaikkan suku bunga acuannya sekitar 2 atau 3 kali tahun ini.

Meski The Fed menaikkan suku bunganya, ternyata kondisi justru tampak tetap stabil. “Secara umum sentimen pelemahan perlahan mulai tergerus dari pasar domestik sehingga justru membuka ruang penguatan rupiah,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta.

Sementara itu Ekonom PT Bank Permata, Josua Pardede mengatakan jika gerak dolar AS tertahan karena terkena sentimen dari pound sterling. “Di sisi lain penguatan dolar AS tertahan karena kenaikan pound sterling,” jelas Josua Pardede.

Di sisi domestik, data neraca perdagangan dalam negeri juga turut memberikan dukungan untuk mata uang Garuda pasca diumumkannya kenaikan suku bunga The Fed. Terutama Bank Indonesia (BI) juga kemungkinan bakal tetap mempertahankan BI 7-Day Repo Rate pada level 4,75 persen pada rapat dewan gubernur (RDG), Kamis (16/3).

Namun para pelaku pasar sendiri berusaha cermat dalam menyikapi pernyataan Gubernur The Fed, Janet Yellen setelah mengumumkan suku bunga acuan. “Pelaku pasar ingin mengetahui bagaimana rencana kenaikan suku bunga tahun ini dan proyeksi AS dalam beberapa tahun ke depan,” imbuh Josua. Apabila tak ada faktor kejutan dalam pernyataan Yellen, Josua memperkirakan gerak rupiah berpotensi lebih stabil.

Loading...