Fed Fund Rate Batal Naik, Rupiah Melambung 192 Poin

Jakarta – Rupiah menebus ketertinggalan pada di hari sebelumnya dengan melonjak tajam 192 poin pada penutupan Kamis. Sebagaimana dikutip oleh Indeks Dolar Bloomberg, Garuda melambung 1,21% ke level Rp 13.106 per Dolar AS pada penghujung perdagangan (17/3).

Seperti yang diperkirakan, Rupiah melenggang bebas setelah memutuskan untuk tidak menaikkan suku bunganya. Fokus para pelaku pasar pun otomatis berpindah pada rilis . Penguatan Rupiah juga sejalan dengan mayoritas mata uang lainnya yang juga tengah memperbaiki posisi.

Dikatakan oleh Rangga Cipta, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, melemahnya laju Dolar AS serta minyak yang semakin membaik menjadi faktor pendorong penguatan Rupiah pada perdagangan Kamis.

“Harga minyak naik, Rupiah berpotensi ,” ujar Rangga dalam risetnya yang diterima media, hari ini (17/3).

Lebih lanjut, Rangga menjelaskan bahwa harapan pada pemangkasan BI Rate hari ini akan memberikan sentimen pula pada Rupiah.

“Hingga akhir tahun BI Rate berpeluang turun hingga 6,25%.” katanya.

The Fed yang masih khawatir pada prospek global memutuskan untuk tak segera menaikkan suku bunga acuan, setidaknya menunggu hingga Amerika Serikat mulai terlihat pulih.

“Dolar diperkirakan lemah terhadap Asia di perdagangan hari ini. Sore nanti ditunggu inflasi Zona Euro yang diperkirakan stabil di bawah 0% YoY,” terang Rangga, siang ini.

Loading...