Februari Deflasi, Rupiah Ditutup Menguat 28 Poin ke Rp13.347/USD

kembali melanjutkan penguatannya pada penutupan Selasa (1/3) usai Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data indeks (IHK) Februari yang mengalami deflasi. Menurut laporan Index pukul 15.59 WIB, Garuda ditutup ke level Rp13.347 per dolar AS, menguat 28 poin atau 0,21 persen dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp13.375 per dolar AS.

Setelah dibuka menguat 0,1 persen ke Rp13.361 per dolar AS, sempat berfluktuasi dan melemah 4 poin atau 0,03 persen ke Rp13.379 per dolar AS pada pukul 10.07 WIB. Namun, mata uang Garuda bangkit dengan menguat 0,3 persen atau 40 poin ke level Rp13.335 per dolar AS pada pukul 13.58 WIB, usai BPS merilis IHK Februari 2016.

Dalam rilis resminya, BPS melaporkan IHK Februari 2016 turun 0,09 persen dari bulan sebelumnya. Dengan demikian, mencatatkan deflasi usai membukukan inflasi 0,59 persen pada bulan Januari 2016.

“Komponen energi pada Februari 2016 mengalami deflasi sebesar 2,04 persen,” jelas Kepala BPS, Suryamin. “Ini termasuk harga yang diatur pemerintah.”

Ditambahkan Suryamin, deflasi Februari 2016 merupakan deflasi kedua yang terjadi sejak 2010. Sebelumnya, pada Februari 2015 lalu, IHK juga mengalami deflasi sebesar 0,36 persen. “Ini artinya, pada Februari 2016 harga cukup terkendali,” sambung Suryamin.

Deflasi Februari 2016 juga berpengaruh pada laju indeks harga saham gabungan (). menanjak tajam di akhir perdagangan hingga ditutup menguat 0,19 persen atau 9,03 poin ke 4.779,99, setelah sebelumnya dibuka melemah 0,22 persen atau 10,72 poin di level 4.760,24.

Loading...