Fasilitas Rawat Inap Lebih Nyaman, Berapa Limit BPJS Kelas 1?

Fasilitas Rawat Inap Rumah Sakit - www.shutterstock.comFasilitas Rawat Inap Rumah Sakit - www.shutterstock.com

Jaminan Kesehatan Nasional yang ditawarkan melalui BPJS Kesehatan saat ini dirasa begitu membantu , terutama bagi mereka yang membutuhkan kesehatan atau yang memadai. Peserta BPJS sendiri terbagi menjadi 3 kelas, yakni Kelas I dengan premi atau iuran per bulan Rp 80.000, Kelas II Rp 51.000, dan Kelas III Rp 25.500. Dibanding swasta, BPJS rupanya menawarkan sejumlah kelebihan.

Salah satu kelebihan yang ditawarkan BPJS Kesehatan adalah tidak adanya limit atau batasan plafon biaya perawatan bagi para peserta BPJS. “Orang yang cuci darah seminggu 2 kali, yang sekali cuci darah biayanya bisa Rp 600 ribu, Rp 800 ribu, atau Rp 1 juta tetap akan ditanggung,” kata Fajriadinur Direktur BPJS Kesehatan, seperti dilansir SuaraSurabaya.

Lebih lanjut Fajri menjelaskan bahwa dalam BPJS terjadi gotong royong subsidi silang, di mana yang sehat membantu yang sakit. Selain itu, antara kelas 1 dengan kelas 2 dan 3 dari segi perawatannya pun sama meski besaran preminya berbeda.

“Yang berbeda hanya hak kelas perawatannya. Perawatannya sendiri tidak ada perbedaan. orang sakit usus buntu, kalau dia di kelas 1 atau di kelas 3, sama saja. Tetap dioperasi usus buntunya, tetap dijahit. Tidak mungkin kalau di kelas 1 dijahit penuh, di kelas III, dijahit separo,” beber Fajri.

Fajri menuturkan, yang membedakan tiap kelas keanggotaan BPJS Kesehatan hanyalah kenyamanan kelas rawat inapnya. Namun indikasi medis dan cara perawatan pasien pada dasarnya tidak ada perbedaan. Hampir seluruh penyakit ditanggung oleh BPJS Kesehatan asalkan sesuai dengan ketentuan BPJS, yakni bukan tindakan medis yang diambil karena unsur kosmetik atau keinginan sang pasien sendiri tanpa adanya rujukan dari yang bersangkutan.

Pasien biasanya baru dikenai biaya apabila mengajukan pindah kelas, semisal dari kelas 2 ingin naik ke kelas 1 atau ke VIP. Jika demikian, maka pasien BPJS harus membayar biaya atas selisih kelas perawatan tersebut. Besarnya nominal biaya yang ditanggung pasien ini merupakan hasil dari pengurangan INA-CBG’s (Indonesia Case Base Groups) dari kelas yang diambil, kemudian dikurangi kelas perawatan INA-CBG dari kelas yang seharusnya (haknya).

Loading...