Faktor Global Tekan Dolar, Rupiah Diprediksi Bangkit

Jakarta – Mata uang Garuda turun tipis di pembukaan perdagangan Kamis pagi (28/1). Rupiah hanya bergeser 2 poin ke level Rp 13.878 per dari posisi penutupan hari sebelumnya di level Rp 13.876 per . Dikutip dari , Rupiah masih bergerak di kisaran Rp 13.875 – Rp 13.915 per AS.

Dikatakan oleh Rangga Cipta, Analis PT Samuel Sekuritas, faktor masih cenderung menekan Dolar AS sehingga Rupiah punya cukup peluang untuk menguat. Indeks dolar AS anjlok hingga dini hari, menyusul keputusan rapat FOMC untuk tetap mempertahankan Federal Fund rates (FFR) target di level 0,25%-0,50%.

“FOMC meeting tahan , index jatuh, “ ujarnya dalam hasil riset yang dirilis pagi ini (28/1).

Selain itu, usaha koordinasi bilateral antar untuk menjaga harga minyak memberi dampak signifikan bagi pergerakan Dolar AS.

“Harga minyak naik 4%, selain akibat pelemahan dolar, juga dibantu oleh isu koordinasi bilateral antara negara-negara produsen minyak mentah untuk menstabilisasi harga,” ucap Rangga. Meski begitu, Rangga mengingatkan para pelaku untuk tetap siaga mengawasi harga minyak yang kemungkinan turun dalam jangka pendek.

Walau terbatas, IX dari pemerintah diyakini masih akan memberi sokongan bagi penguatan Rupiah. Para pelaku pasar pun berfokus pada realisasi anggaran APBN awal tahun yang akan segera dirilis karena menjadi proyeksi utama Indonesia di tahun 2016.

“Dari domestik paket kebijakan ekonomi IX dari pemerintah akan memberikan sentimen positif tetapi akan sangat terbatas,” tutur Rangga.

Loading...