Faktor Eksternal yang Kurang Menguntungkan Picu Aksi Jual Besar-besaran

Jakarta – Pagi ini (14/1), dinyatakan melemah sejauh 23 poin pada pembukaan perdagangan. Indeks mencatatkan, Rupiah pada perdagangan pagi turun ke level Rp 13.858/USD setelah 0,17%.

Faktor eksternal hingga hari ini masih sangat berpotensi untuk melemahkan Rupiah. Anjloknya harga , rendahnya pertumbuhan global, serta pesimisme terhadap kinerja perusahaan AS memicu aksi jual besar-besaran aset berdenominasi Rupiah.

“Rupiah memiliki ruang untuk kembali menguat pada beberapa hari ke depan, tetapi secara umum faktor negatif eksternal masih mendukung pelemahan rupiah, “ ujar Rangga Cipta, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia dalam hasil risetnya yang dirilis, Kamis pagi (14/1).

Perhatian para pelaku kini terfokus pada data jumlah pengangguran AS yang akan dirilis malam ini dan diperkirakan menurun jumlahnya. “Malam nanti initial jobless claims AS ditunggu, diperkirakan turun,” tutur Rangga.

Di sisi lain, putusan Indonesia terkait juga tengah ditunggu. Putusan ini akan dirilis setelah Dewan Gubernur BI menggelar rapat 2 hari lamanya. Menteri Bidang Darmin Nasution yang ikut hadir di hari pertama rapat tersebut menuturkan, Ia tak akan menekan BI untuk menurunkan . Darmin mengaku menyerahkan keputusan pada perhitungan acuan BI.

Mengomentari lebih jauh, Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Dzulfian Syafrian menilai bahwa BI rate memungkinkan untuk diturunkan pada tahun 2016 ini karena harga minyak dunia diprediksi akan tetap rendah, yakni di kisaran USD 30 per barel.

“Bank sentral (BI) sepertinya bisa menurunkan suku bunga acuannya jika melihat perkembangan yang ada saat ini,” katanya ketika dimintai keterangan oleh awak media, kemarin (13/1).

Loading...