Exxon Akuisisi Perusahaan Gas InterOil di Papua Nugini

Frankfurt energi raksasa Amerika dan Eropa mulai investasi ke Pasifik untuk memanfaatkan pasar yang sedang berkembang, terutama karena harga mentah mulai mengalami sedikit peningkatan.

Exxon Mobil dari Amerika Serikat pada (21/7) lalu mengumumkan akan membeli InterOil, perusahaan gas alam di Papua Nugini hingga USD 3,6 miliar. InterOil sendiri mempunyai hak untuk beberapa ladang gas terkaya di dunia.

Papua Nugini memiliki tenaga kerja dengan upah yang rendah serta lokasinya dekat dengan konsumen utama gas alam cair seperti Jepang, , dan . Exxon Mobil memutuskan untuk membuat akuisisi terbesar sejak tahun 2012 karena berharap harga minyak mentah dari USD 50 saat tahun 2020 mendatang, tepatnya ketika InterOil diharapkan sudah memulai produksi .

BP berencana memperluas proyek LNG Tangguh di Indonesia, di mana perusahaan Jepang seperti Inpex dan Mitsubishi Corp juga berkepentingan. Total dana sekitar USD 8 miliar akan ditanamkan untuk meningkatkan produksi tahunan hingga 50% menjadi 3,8 juta ton.

Menurut CEO Bob Dudley, Tangguh merupakan proyek LNG yang paling kompetitif untuk menyediakan gas ke pasar seperti Jepang.

Sumbangan Asia yang tadinya hanya sebesar tiga perempat dari LNG global serta konsumsi -negara seperti China dan India diharapkan dapat meningkat. Berbeda dari pengembangan minyak mintah yang umumnya dipegang pemerintah, sebagian besar proyek LNG akan dipegang langsung oleh perusahaan.

Chevron dan rekannya termasuk Exxon Mobil sudah sepakat untuk menginvestasikan USD 36,8 miliar dalam proyek minyak Kazakhstan untuk memperluas produksi minyak mentah di sana hingga 260 ribu barel per hari. Minyak mentah di sana bisa langsung didistribusikan dari lapangan ke China lewat jalur pipa khusus.

Sementara ini perkembangan harga minyak dunia masih belum menentu. Kebanyakan investasi yang dilakukan oleh perusahaan besar terus jatuh. Wakil Exxon Mobil Jeff Woodbury mengungkapkan bahwa Exxon Mobil belum melakukan pembelanjaan modal lebih dari USD 23 miliar untuk tahun ini. Shell juga mengurangi investasinya.

Loading...