Euro Melemah akibat Penguatan ICE

euro“Tidak semua pihak di mengharapkan adanya kenaikan ,” kata Michael Woolfolk, Pakar strategi pasar BNY Mellon. “China yang kondisi perekonomiannya memprihatinkan karena menjaga laju pertumbuhan ekonomi dan ini adalah salah satu cara untuk merangsang itu,” tambah Woolfolk.

Pada bulan September lalu, mulai membeli obligasi korporasi tertutup, yang dijamin terhadap aset perusahaan. Bank mengharapkan untuk adanya kelanjutkan pembelian aset untuk setidaknya dalam masa 2 tahun. Jika kedua program gagal, maka investor akan meminta untuk menambah pihak penopang pada pembelian obligasi pemerintah.

Sebelumnya pada hari Jumat lalu (21/11) Presiden ECB, Mario Draghi, dalam pidato di Konferensi Perbankan Eropa mengatakan bahwa ekspektasi jangka pendek untuk zona masih terlalu rendah saat ini yang kemudian akan menekan .

Euro jatuh dikarenakan penguatan Indeks ICE Amerika Serikat yang sebanyak 0,66%, dan baru-baru ini naik lagi sebesar 0,68% menjadi 88,1930. Saat ini diketahui Euro berada pada posisi 0,81/USD. Sedangkan kurs terhadap Euro adalah Rp 15.060,53/Euro.

Loading...