Euforia Vaksin Corona Memudar, Rupiah Ditutup Merah

Rupiah - www.businesstimes.com.sgRupiah - www.businesstimes.com.sg

JAKARTA – Rupiah harus menutup perdagangan Rabu (11/11) sore di area merah justru ketika kurs Asia bergerak naik saat euforia perlahan menghilang lantaran masih ada beberapa kendala yang perlu dituntaskan. Menurut laporan Bloomberg Index pada pukul 14.59 WIB, Garuda berakhir melemah 27,5 poin atau 0,20% ke level Rp14.085 per AS.

Sementara itu, berdasarkan yang dirilis Bank Indonesia pukul 10.00 WIB tadi, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.076 per dolar AS, terdepresiasi 61 poin atau 0,43% dari sebelumnya di level Rp14.015 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia mampu mengungguli , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,42% dialami won Korea Selatan.

Menurut laporan CNBC Indonesia, sepertinya euforia vaksin antivirus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) buatan Pfizer dan BioNTech sudah agak memudar. Kemarin, sempat bergairah karena vaksin tersebut diklaim punya tingkat keberhasilan lebih dari 90% untuk melawan pandemi yang berasal dari Wuhan, China. Sayangnya, gelombang optimisme segera memudar lantaran butuh waktu lama bagi vaksin untuk didistribusikan ke seluruh dunia.

Optimisme awal tentang pengujian vaksin sempat mendorong dolar AS naik terhadap yen dan franc Swiss, tetapi momentum ini mulai menghilang karena masih ada beberapa kendala yang harus diselesaikan sebelum vaksin dapat didistribusikan. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,059 poin atau 0,06% ke level 92,690 pada pukul 12.11 WIB.

“Pemulihan dolar AS saat ini tertahan karena, ketika Anda melihat detailnya, masih banyak rintangan yang harus diselesaikan sebelum vaksin apa pun diluncurkan,” kata ahli strategi valuta asing senior di IG Securities di Tokyo, Junichi Ishikawa, dilansir Reuters. “Namun, greenback didukung kenaikan imbal hasil Treasury, yang akan membantunya lebih tinggi lagi sebelum akhir tahun.”

Di tempat lain, dolar Selandia Baru diperdagangkan mendekati level tertinggi terhadap greenback dalam lebih dari setahun menjelang pertemuan kebijakan bank sentral setempat, yang mungkin menghasilkan komentar tentang kemungkinan suku bunga negatif. Reserve Bank of New Zealand diharapkan menahan suku bunga pada 0,25% dan memperkenalkan alat kebijakan moneter baru untuk menurunkan biaya pinjaman bagi kreditur.

Loading...