Era Ekonomi Asia Segera Tiba, Di Mana Posisi Indonesia Kelak?

Indonesia disebut-sebut berada di jalur yang tepat untuk menjadi ekonomi terbesar ketujuh di dunia dalam hal paritas daya beli pada tahun 2020Indonesia disebut-sebut berada di jalur yang tepat untuk menjadi ekonomi terbesar ketujuh di dunia dalam hal paritas daya beli pada tahun 2020

Era telah lama diprediksi akan segera datang, di mana -negara di benua satu ini akan menjadi pusat perekonomian baru di . Menurut perhitungan data dari Financial Times, ekonomi Asia akan lebih besar daripada seluruh yang digabungkan pada tahun 2020 mendatang, untuk pertama kalinya sejak abad ke-19.

Untuk menempatkan ini dalam perspektif, Asia menyumbang lebih dari sepertiga dari output dunia pada tahun 2000. Untuk membuat perhitungannya, FT memeriksa data IMF berdasarkan bruto setelah menyesuaikan perbedaan harga di berbagai negara. Metode ini, yang menilai ekonomi dengan paritas daya beli atau purchasing power parity (PPP), secara luas dianggap sebagai ukuran yang paling relevan karena memperhitungkan apa yang sebenarnya dapat dibeli orang di negara-negara berkembang di mana harga seringkali lebih murah.

Bahkan pada nilai tukar , Asia masih menyumbang 38 persen dari output , naik dari 26 persen pada awal 2000-an. Lantas apa yang menjadi latar pemikiran bahwa era Asia akan segera tiba? Kebangkitan Cina dan India menjelaskan sebagian besar tren ini.

saat ini merupakan ekonomi yang lebih besar dari AS, dengan kontribusi PPP 19% dari output dunia tahun ini, lebih dari 2 kali lipat peroleh tahun 2000 sebesar 7%. Sementara itu, India juga merupakan ekonomi terbesar ketiga di dunia dengan sekitar 2 kali lipat dari Jerman atau Jepang, yang keduanya memiliki lebih besar dari India berdasar PPP tahun 2000.

Masuknya dunia ke era Asia bukan hanya berasal dari 2 negara dengan ekonomi terbesarnya saja, tetapi juga berkat pertumbuhan di antara negara-negara kecil dan menengah. Indonesia berada di jalur yang tepat untuk menjadi ekonomi terbesar ketujuh di dunia dalam hal PPP pada tahun 2020, dan akan menyusul Rusia pada tahun 2023 sebagai yang terbesar keenam.

“Pada abad ke-19, Asia diubah dari pusat manufaktur dunia menjadi ekonomi terbelakang klasik yang mengekspor komoditas pertanian,” kata Bob Allen, profesor sejarah ekonomi di NYU, Abu Dhabi, yang sebelumnya di Universitas Oxford, seperti dilansir Financial Times. Tetapi dalam beberapa dekade terakhir tren itu telah terbalik.

Menariknya lagi, Indonesia kabarnya dipastikan akan menjadi kekuatan ekonomi digital terbesar di ASEAN pada 2020 lantaran memiliki kekuatan pasar yang besar. “Singapura memiliki ekosistem digital yang lebih lengkap dari Indonesia, tetapi dia tidak memiliki pasar dan tidak punya economic of scale,” kata Chief Digital Startup, E-commerce & Fintech (DEF) Sharing Vision yang juga Co Chief Executive Officer (Co-CEO) Bandung Initiative Movement (BIM), Nur Islami Javad (Jeff).

Meski demikian, Asia disebut-sebut lebih miskin daripada negara-negara lain di dunia, tetapi kesenjangannya semakin kecil. PDB Cina per kapita di PPP masih hanya sekitar sepertiga dari AS, dan sekitar 44 persen dari UE. India memiliki PDB per kapita di PPP hanya sekitar 20 persen dari UE, menurut data IMF. Tetapi kesenjangan pendapatan per kapita India dan China dengan AS dan Eropa telah menyempit secara dramatis sejak tahun 2000.

Loading...