Episode Panjang pelemahan Rupiah membuat Lesu Pasar otomotif di Indonesia

Pabrik OtomotifPosisi Rupiah terhadap Amerika pada sore ini (13/4) terkoreksi melemah. Menurut data Bloomberg, Rupiah mendarat di level Rp 12.988 perDolar pada sesi penutupan . Sedangkan menurut , Rupiah yang ditransaksikan antarbank lokal di Jakarta pada sore ini ditutup pada level Rp 13.018 perDolar Amerika. Berbeda lagi dengan JISDOR (Jakarta Interbank Spot Dolar Rate) yang menyatakan Rupiah ditutup pada level Rp 12.945/Dolar Amerika.

Kinerja IHSG juga tampaknya tak mampu bangkit. IHSG berada di zona merah sepanjang hari ini, bahkan pada sesi penutupan terkoreksi cukup tajam sebesar 43,93 poin ke posisi 5.447. Volume perdagangan pada penutupan sore ini tercatat sejumlah 3,934 miliar lembar saham dengan nilai total 4,062 triliun rupiah. Sejumlah 86 saham , 234 saham melemah, 89 saham stagnan, dan 143 saham tidak diperdagangkan.

Pelemahan Rupiah yang berkepanjangan tampaknya juga turut mempengaruhi geliat penjualan otomotif di kuartal pertama tahun ini. Sudirman M. Rusdi, Ketua Gabungan Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), mengungkapkan bahwa penununan ini dipengaruhi oleh masyarakat yang juga menurun.”Kuartal (lalu) ke kuartal (sekarang) turun sekitar 15-16%,” katanya saat ditemui di kantor Kementerian Perindustrian hari ini (13/4).

Meski begitu, Sudirman mengatakan kurs rupiah yang tengah melemah terhadap Dolar Amerika Serikat saat ini bukan menjadi penyebab utama lesunya pasar. Harga mobil pun di klaim tak langsung melonjak seiring menguatnya dolar, karena sektor industri masih memposisikan Dolar dengan kurs Rp 12.100.

Loading...