Emisi Gas Rumah Kaca, Eropa Dilanda Panas Ekstrem

Gambar citra suhu panas di Eropa (sumber: washingtonpost.com)Gambar citra suhu panas di Eropa (sumber: washingtonpost.com)

/LONDON – Panas ekstrem saat ini tengah melanda hampir sebagian Benua , yang biasanya memiliki cukup sejuk, bahkan dingin. Kota-kota di Inggris Raya, Paris, Luksemburg, hingga Jerman mengalami hari paling panas mereka, dengan Jerman mencatatkan angka 42 derajat Celcius, tertinggi sejak pencatatan dimulai.

Seperti diberitakan Deutsche Welle, warga di seluruh Benua Biru diserbu panas ekstrem dua hari beruntun pada Kamis (25/7) kemarin. Udara panas dan kering, yang berasal dari Afrika bagian utara dan terperangkap di antara sistem badai dingin, disebut sebagai penyebab kondisi menyedihkan di Eropa utara, yang melanda Inggris, Prancis, Belgia, Luksemburg, Swiss, Belanda, hingga Jerman. Menurut German Weather Service, negara itu mencatat suhu tertinggi yang pernah ada, 42,6 derajat Celcius di kota barat laut Lingen.

Ibukota Prancis, Paris, juga mengalami hal yang sama, menderita panas mencapai 42,6 derajat Celcius, yang membuat dan penduduk sama-sama mencari kesegaran di air mancur publik. Pihak berwenang dan pekerja amal membagikan air dan tabir surya kepada para tunawisma dan membuka pusat penitipan siang hari bagi mereka untuk beristirahat dan mandi.

Panas yang ekstrem menyebabkan gangguan perjalanan di seluruh Prancis, membuat pihak berwenang menyarankan para pelancong untuk menghindari angkutan umum dan tinggal di rumah. Suhu terpanas yang dicatat secara nasional adalah 46 derajat Celcius di Verargues, sebuah desa di selatan, yang memecahkan rekor nasional sebelumnya, 44,1 derajat Celcius di wilayah Gard pada tahun 2003 lalu.

Di Inggris, suhu tetap di bawah 40 derajat Celcius, dengan 36,9 derajat Celcius yang dicatat di Bandara Heathrow London. Itu adalah rekor suhu untuk bulan Juli tahun ini, tetapi masih di bawah rekor tertinggi sepanjang masa Inggris, yaitu 38,5 derajat Celcius. Transportasi pun terganggu, banyak pembatalan perjalanan kereta atau dipaksa melambat untuk mencegah rel tertekuk oleh panas.

Belanda dan Belgia juga menyaksikan suhu naik hingga 40 derajat Celcius. Di Belgia, kemarin adalah hari terpanas sejak negara itu mulai membuat catatan pada tahun 1833. Menurut Kepala Royal Meteorological Institute, David Dehenauw, suhu 40,6 derajat Celcius yang melanda Kleine Brogel adalah rekor nasional Belgia yang baru.

Sementara, di tetangganya, Belanda, sebuah lembaga pemerintah setempat mengeluarkan untuk tingkat asap yang tinggi di kota-kota padat penduduk seperti Amsterdam dan Rotterdam. Menurut pemerintah Belanda, udara akan ‘sangat buruk’, karena angin hanya bertiup sepoi-sepoi sehingga tidak bisa menghilangkan polusi.

Suhu di Belanda kemarin mencapai angka 39,4 derajat Celcius, memecahkan rekor yang ditetapkan sehari sebelumnya, kata lembaga meteorologi Belanda, KNMI. Sebelumnya, rekor panas nasional Belanda mencapai 38,6 derajat Celcius, yang dicatat pada panas 1944. Para ilmuwan sendiri menuturkan bahwa panas menjadi lebih umum sebagai akibat dari pemanasan global dari emisi gas rumah kaca.

Loading...