Ekspor Senjata ke Arab Saudi Makin Meningkat, Jerman Terlibat Konflik Yaman?

Pasokan senjata dari Jerman untuk akhir-akhir ini makin meningkat. sendiri sekarang diketahui sedang melancarkan perang di Yaman. Secara tidak langsung, hal ini mengindikasikan bahwa Jerman juga turut berkontribusi dalam konflik di kawasan Timur Tengah tersebut.

Jerman di dalam situs resminya memang mengatakan bahwa bertanggung jawab terhadap kebijakan dan hingga saat ini masih terkendala. Namun, laporan terbaru tentang senjata Jerman seakan mematahkan klaim ini. Lima dari 10 pembeli peralatan militer Jerman berada di daerah konflik dan tiga kali lipat senjata itu diekspor ke Arab Saudi dengan nilai hampir 500 juta .

Arab Saudi sekarang menjadi konsumen terbesar ketiga untuk produk militer asal Jerman. Lebih dari 90 persen peralatan tersebut merupakan perlengkapan angkatan udara, termasuk bagian jet tempur, helikopter, pesawat, dan peralatan untuk pengisian bahan bakar. Ekspor Jerman ke Arab Saudi datang sekitar 50 kali dan mencapai nilai lebih dari 4 miliar euro pada enam bulan pertama.

Arab Saudi sendiri mengklaim bahwa mereka mendatangkan senjata tersebut sebagai bagian dari upaya “stabilisasi” di Timur Tengah. Meski demikian, banyak pihak meragukan karena itu dinilai sebagai salah satu dari 10 paling otoriter di dunia (menurut majalah The Economist). Sementara, Amnesty International menyebut pemerintah Arab Saudi sangat membatasi kebebasan berekspresi dan berkumpul.

Saat ini, menurut PBB, lebih dari setengah penduduk Yaman yang berjumlah 25 juta orang tidak mendapat akses makanan akibat konflik. Awal Oktober lalu, 140 orang tewas dalam serangan udara yang dilakukan Arab Saudi pada sekelompok pelayat di Sanaa. Serangan udara oleh Arab Saudi sejauh ini juga tidak memberikan kontribusi apa-apa terhadap konflik. Satu-satunya pihak yang diuntungkan adalah al Qaeda dan Islamic State.

Loading...