Ekspor Februari Membaik, Rupiah Tetap Berakhir Melemah

Rupiah melemahRupiah melemah pada perdagangan Senin (15/3) sore - www.liputan6.com

JAKARTA – gagal mengerek posisi ke teritori hijau pada perdagangan Senin (15/3) sore meskipun angka Indonesia sepanjang Februari 2021 kemarin dilaporkan mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut paparan Index pada pukul 14.59 WIB, Garuda ditutup 17,5 poin atau 0,12% ke level Rp14.402,5 per .

Sementara itu, data yang diterbitkan pukul 10.00 WIB menempatkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.418 per dolar AS, terkoreksi 47 poin atau 0,33% dari transaksi sebelumnya di level Rp14.371 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia juga tidak berdaya melawan greenback, menyisakan ringgit Malaysia dan yuan China di area hijau.

Hari ini, Badan Pusat Statistik () melaporkan kinerja ekspor Indonesia bulan Februari 2021 sebesar 15,27 miliar dolar AS, turun tipis 0,19% dibandingkan bulan sebelumnya, tetapi naik 8,56% daripada periode yang sama tahun 2020. Penurunan ekspor secara bulanan lantaran ada penurunan ekspor sektor migas, sedangkan ekspor nonmigas turun sangat tipis, yakni 0,04%.

“Nilai ekspor Indonesia pada Februari 15,27 miliar dolar AS, artinya naik 8,56% dibandingkan tahun lalu atau Februari 2020,” papar Kepala BPS, Suhariyanto, dalam konferensi pers. “Ini merupakan hal yang menggembirakan. Pasalnya, kinerja ekspor sejak bulan November 2020 terus mengalami positif secara year-on-year.”

Meski demikian, data tersebut gagal mendorong rupiah ke area positif karena dolar AS terus bertahan kuat pada hari Senin setelah memantul dari level terendah satu minggu pada pekan lalu, didukung lonjakan benchmark imbal hasil Treasury ke posisi tertinggi lebih dari satu tahun. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,025 poin atau 0,03% ke level 91,704 pada pukul 11.49 WIB.

“Skenario dasarnya adalah Anda melihat pemulihan ekonomi berlanjut dan peluncuran vaksin terus berjalan dan situasi infeksi membaik,” kata kepala strategi mata uang di Mizuho Securities, Masafumi Yamamoto, dilansir Reuters. “Dolar AS kemungkinan besar akan menguat terhadap yen dan euro dalam waktu dekat, tetapi tidak selalu menguat terhadap mata uang komoditas karena komoditas sedang naik.”

Loading...