Ekspektasi Penurunan Bunga The Fed Picu Kenaikan Harga Emas

Emas batangan (sumber: cnbc.com)Emas batangan (sumber: cnbc.com)

Jakarta – Pada perdagangan Jumat (21/6), telah mencapai level tertinggi dalam hampir 6 tahun berkat dukungan ekspektasi kelonggaran kebijakan moneter di . Pada Sabtu (22/6), emas berjangka dilaporkan naik ke posisi USD 1.415,40 per ounce, namun kemudian mengalami penurunan. Sementara itu, emas berjangka diperdagangkan pada kisaran angka USD 1.401,60 per ons.

Pada awal pekan, mengungkap kemungkinan untuk melakukan pemotongan suku bunga acuannya pada pertemuan yang akan datang. Pernyataan The Fed ini mendorong imbal hasil surat utang pun turun hingga ke bawah 2 persen yang merupakan level psikologis dan terjadi untuk pertama kalinya sejak November 2016, demikian seperti dilansir CNBC melalui Liputan6.

Kemudian indeks AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap mayoritas uang utama terpantau berada di posisi 96,687 usai menginjak level di atas 97,6 pada awal pekan lalu. “Ketika suku bunga turun, AS kemungkinan akan melemah juga dan mendorong investor menjadi emas di depan segala kelemahan tersebut,” kata David Lennox, analis di Fat Prophets.

“Harga emas telah pulih dari posisi terendah mereka dan kami pikir kenaikan ini bisa berkelanjutan. Meningkatnya ketegangan , imbal hasil obligasi yang lebih rendah di ambang pembalikan harus membuat sisa 2019 sangat menarik untuk harga emas,” sambung Lennox.

Sedangkan dari dalam negeri, harga emas PT (Antam) Tbk juga turut naik. Menurut perubahan harga terakhir pada Jumat (21/6), harga emas batangan Antam terpantau naik Rp 5.000 dari Rp 702 ribu menjadi Rp 707 ribu per 1 gram. Sedangkan harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga naik Rp 5.000 dari Rp 631 ribu menjadi Rp 636 ribu per gram. Di Pegadaian, harga emas hari ini, Sabtu (22/6) untuk cetakan Antam dijual Rp 714 ribu per gram dan untuk cetakan UBS harganya Rp 681 ribu per gram.

Loading...