Ekspansi Pasar Asia Tenggara, Lazada dan Alibaba Luncurkan Taobao Collection

Aimone Ripa di Meana, co-founder dan chief marketplace Lazada - asia.nikkei.comAimone Ripa di Meana, co-founder dan chief marketplace Lazada - asia.nikkei.com

HONG KONG – Salah satu raksasa retail , Lazada, bersama ‘sang induk’, Alibaba Group Holding, berencana membawa pasar papan atas China dan rangkaian layanan lainnya ke konsumen di kawasan Asia Tenggara. Penyelenggara e-tailing yang berbasis di Singapura itu menambahkan baru di dalam situs mereka, Taobao Collection, dan untuk pertama kalinya pembeli di Singapura dan Malaysia memiliki akses ke Taobao Marketplace, situs unggulan milik Alibaba, dalam versi bahasa Inggris.

Nikkei melaporkan, Alibaba sebelumnya sudah menjalankan Taobao dalam versi bahasa China yang diarahkan ke pasar Asia Tenggara. Namun, beberapa konsumen mengeluhkan bahwa barang yang mereka terima sering terlihat berbeda dalam dan desain dari gambar di situs, karena berbahasa Mandarin. Nah, Taobao Collection ditujukan untuk mengatasi masalah-masalah seperti ini.

“Proyek Taobao Collection termasuk berkolaborasi dalam setiap aspek bisnis, mulai dari pembayaran hingga logistik, manajemen pedagang, dan konten,” papar Aimone Ripa di Meana, co-founder dan chief marketplace Lazada. “Upaya tersebut menunjukkan bagaimana perusahaan dan induknya dapat bekerja sama dengan cara yang cepat dan efisien.”

Setelah Singapura dan Malaysia berjalan, rencananya Lazada akan membawa Taobao Collection ke negara-negara lain tempat mereka melakukan bisnis, termasuk Indonesia, Thailand, dan Filipina, paling tidak pada akhir tahun 2017. Meski demikian, perusahaan mengisyaratkan akan membawa nama yang berbeda di masing-masing negara. “Jadi, ada elemen lokalisasi yang besar,” sambung Meana.

Pada akhir Juni 2017 lalu, Alibaba menggelontorkan saham tambahan kepada Lazada senilai 1 miliar atau setara Rp13,3 triliun. Melalui investasi tersebut, kepemilikan Alibaba di situs jual beli online ini meningkat menjadi 83 persen, dari sebelumnya 51 persen. Alibaba tampaknya telah mempelajari pasar dengan baik dan mereka percaya pada peluang e-commerce di kawasan Asia Tenggara.

“Investasi tambahan jelas merupakan tanda kepercayaan yang nyata bagi strategi tim, merek, dan bisnis Lazada,” imbuh Meana. “Kekuatan Lazada terletak pada kekuatan merek dan rantai pasokan perusahaan di Asia Tenggara, sedangkan Alibaba memiliki pengalaman yang luar biasa dalam membangun ekosistem dan melibatkan pembeli.”

Populasi Asia Tenggara sendiri relatif muda, dan sektor e-commerce diperkirakan akan meningkat seiring dengan akses internet yang membaik. Pada tahun 2025, pasar belanja online di kawasan ini bisa bernilai 88 miliar , menurut Google dari AS dan Temasek Holdings di Singapura. Proyeksi ini sekitar 16 kali nilai pasar pada tahun 2015. Jika ini terjadi, e-commerce akan membentuk 6 persen sektor ritel di kawasan ASEAN.

Loading...