Ekspansi Alibaba dan Airbus, Industri Thailand Beralih ke Teknologi Tinggi

Thailand - www.thailand-guide.comThailand - www.thailand-guide.com

BANGKOK – Salah satu pusat industri utama di kawasan Asia Tenggara, Thailand, mulai ancang-ancang untuk beralih ke tinggi setelah perusahaan , seperti Alibaba Group dan Airbus, dikabarkan bakal melakukan ekspansi ke Thailand bagian timur. Nantinya, tinggi akan menggantikan operasi padat karya karena menaikkan biaya dan tenaga kerja.

Seperti diberitakan Nikkei, Alibaba, pemimpin e-commerce China, telah bermitra dengan pemerintah setempat untuk menambahkan produk pertanian Thailand ke penawarannya dan menghidupkan e-commerce lintas batas di antara Thailand, China, dan global lainnya. “Kualitas produk pertanian Thailand, seperti beras harum, durian, dan buah-buahan tropis lainnya, banyak dicari oleh konsumen China,” kata chairman Alibaba, Jack Ma, pada konferensi pers pekan lalu.

Perusahaan tersebut berencana menginvestasikan 11 miliar baht (setara 349 juta ) pada ‘hub digital pintar’, lengkap dengan gudang yang sepenuhnya otomatis, di Provinsi Chachoengsao, sekitar dua jam di sebelah tenggara Bangkok. Proyek ini akan memungkinkan Alibaba mengirim produk Thailand ke China dalam 24 jam, serta memperluas akses konsumen Thailand ke barang-barang asal Negeri Panda. Ke depannya, Alibaba juga diduga mengincar ekspansi ke Myanmar dan Kamboja.

Sebelumnya, Chachoengsao dan provinsi tetangga, Rayong dan Chonburi, telah membentuk Eastern Economic Corridor, zona khusus yang dibuat pada bulan Juni 2016. Pemerintah mengemas kawasan ini dengan produsen dan perusahaan teknologi canggih yang menghasilkan produk bernilai tambah tinggi. Inisiatif tersebut bertujuan untuk menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi Thailand, yang telah tergelincir akhir-akhir ini karena meningkatnya biaya tenaga kerja.

Bisnis yang menetap di zona itu memungkinkan penghapusan pajak penghasilan perusahaan hingga 15 tahun, dibandingkan dengan delapan tahun di tempat lain. Pemerintah juga telah mengumumkan untuk memotong pajak penghasilan bagi eksekutif dan insinyur asing tertentu di sana, dan menawarkan visa kerja khusus dengan jangka waktu lebih lama bagi pekerja yang memenuhi syarat.

Infrastruktur logistik kelas dunia akan membantu daerah tersebut melayani bisnis global. Pemerintah sedang memperluas Bandara Internasional U-Tapao, di Rayong, dan menambahkan landasan kedua untuk melayani pusat industri. Jalur rel sepanjang 220 km, yang menghubungkan U-Tapao ke Don Mueang dan Suvarnabhumi juga telah memenangkan persetujuan kabinet pada akhir Maret. Sementara, Pelabuhan Laem Chabang, di Chonburi, pun sedang diperbesar.

Proyek ini telah menarik perhatian pembuat pesawat terbang asal AS, Boeing. Perusahaan telah melakukan pembicaraan dengan pemerintah Thailand yang bertujuan mendirikan usaha patungan untuk membuat suku cadang pesawat di wilayah tersebut, mungkin dekat U-Tapao. Menurut salah satu sumber pemerintah, perusahaan itu juga mempertimbangkan mendirikan sekolah untuk teknisi di wilayah tersebut.

Sementara itu, Airbus Eropa telah setuju untuk mendirikan pusat pemeliharaan di U-Tapao dengan perusahaan milik negara, Thai Airways International. dengan nilai 11 miliar baht, yang dijadwalkan dibuka pada 2021 mendatang, akan menangani operasi pemeliharaan dan perbaikan untuk maskapai penerbangan, termasuk maskapai murah dari seluruh Asia Tenggara.

Dengan dua rencana raksasa di sektor penerbangan, perusahaan yang terkait dengan mereka juga mendekat. Pembuat ban Jepang, Bridgestone, sudah menghabiskan 15 miliar yen (137 juta ) untuk membangun fasilitas produksi untuk ban pesawat di Thailand pada 2019. Sementara, produsen Jepang lainnya, Sony, akan segera mulai memproduksi dan mengapalkan kamera otomotif yang dapat digunakan pada mobil self-driving, sedangkan Toyota Motor berencana meluncurkan produksi baterai untuk kendaraan hibrida paling cepat tahun 2020.

Loading...