Ekonomi Indonesia Diprediksi Kontraksi, Rupiah Berakhir Negatif

Rupiah - mediaindonesia.comRupiah - mediaindonesia.com

JAKARTA – Rupiah praktis tidak memiliki kekuatan untuk mengatrol posisi ke area hijau pada perdagangan Rabu (9/9) sore ketika dalam negeri kuartal III tahun ini diproyeksikan mengalami kontraksi. Menurut catatan Index pada pukul 14.59 WIB, Garuda ditutup melemah 34 poin atau 0,23% ke level Rp14.799 per .

Sementara itu, data yang diterbitkan pagi tadi menetapkan Jakarta Interbank Spot Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.853 per dolar AS, terdepresiasi 55 poin atau 0,37% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.798 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, sejumlah mata uang Asia tunduk terhadap greenback, termasuk won Korea Selatan, ringgit Malaysia, dan rupiah.

“Pelemahan rupiah tertekan oleh proyeksi pertumbuhan ekonomi dalam negeri di kuartal III/2020 yang kemungkinan terjadi kontraksi -2% hingga -1%,” tutur Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, dilansir Bisnis. “Di sisi lain, adanya konflik dua negara ekonomi terbesar dunia, AS dan China, juga menjadi faktor melemahnya mata uang Garuda.”

Presiden AS, Donald Trump, dilansir CNN Indonesia, baru-baru ini mempertimbangkan untuk memberlakukan pembatasan ekspor pada Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC), produsen semikonduktor atau chip terbesar di China. Departemen Pertahanan AS juga sedang membahas mengenai apakah SMIC harus ditambahkan ke daftar entitas Departemen Perdagangan, yang pada dasarnya membatasi perusahaan tersebut untuk menerima barang tertentu yang dibuat di AS.

Sebuah laporan bulan lalu oleh SOS International, kontraktor pertahanan yang berbasis di Virginia, mengklaim bahwa SMIC memiliki hubungan dengan sektor pertahanan China. SOS juga mengatakan peneliti militer China telah mengungkapkan dalam makalah penelitian bahwa mereka menggunakan teknologi SMIC untuk memproduksi chip.

Dari , indeks dolar AS mendapat dukungan penuh pada hari Rabu karena penurunan saham membuat investor takut untuk menjual mata uang berisiko, sedangkan kekhawatiran tentang Brexit mendorong poundsterling turun ke level terendah dalam enam pekan. Mata uang Paman Sam terpantau menguat tipis 0,024 poin atau 0,03% ke level 93,469 pada pukul 11.43 WIB.

Dikutip dari Reuters, di sesi Asia, dolar AS relatif bergerak stabil, mundur dari kenaikan awal terhadap sebagian besar mata uang utama karena ekuitas berjangka AS mengurangi kerugian. Sementara itu, pound sterling belum bisa keluar dari tekanan ketika Inggris dikabarkan sedang bersiap untuk melemahkan perjanjian perceraian Brexit-nya.

Loading...