Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,27%, Rupiah Berakhir Menguat

Rupiah - nusantara.newsRupiah - nusantara.news

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua 2018 yang dilaporkan cukup positif menjadi pendorong untuk konsisten bergerak di zona hijau sepanjang awal pekan (6/8) ini. Menurut catatan Bloomberg Index pukul 15.45 WIB, Garuda terpantau 20 poin atau 0,14% ke level Rp14.478 per AS.

Sebelumnya, rupiah sempat ditutup melemah 20 poin atau 0,14% di posisi Rp14.498 per pada akhir pekan (3/8) kemarin. Pagi tadi, mata uang NKRI mampu bangkit dengan dibuka rebound tipis 5 poin atau 0,04% ke level Rp14.493 per . Sepanjang hari ini, spot praktis bergerak cukup nyaman di area hijau.

Siang tadi, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa () kuartal kedua 2018 tumbuh sebesar 5,27%, lebih tinggi dari pertumbuhan kuartal yang sama tahun lalu di angka 5,01% (year on year). Meski masih di bawah target pertumbuhan ekonomi 2018 sebesar 5,4%, namun capaian ini dikatakan cukup menggembirakan dan merupakan lompatan yang bagus.

“Sumber pertumbuhan dari konsumsi tangga, PMTB, dan konsumsi pemerintah. Sumber tidak banyak bergerak, hanya angkanya yang bergerak,” kata Kepala BPS, Suhariyanto. “Dari lapangan usaha, seluruhnya tumbuh positif, terutama sektor pertanian dan perkebunan. Sementara, sektor perdagangan tercatat naik 5,24%, industri pengolahan tumbuh 3,97%, sektor migas tumbuh 4,41%, sektor non-migas sebesar 0,26%, dan sektor konsumsi tangga tumbuh 5,14%.”

Sementara itu, dari global, indeks dolar AS sebenarnya tetap bergerak lebih tinggi pada hari Senin, setelah data pekerjaan AS terbaru memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed lebih lanjut. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,126 poin atau 0,13% menuju level 95,287 pada pukul 11.17 WIB setelah sebelumnya ditutup turun tipis di akhir pekan.

Dilansir Reuters, pertumbuhan pekerjaan AS di bulan Juli memang menunjukkan hasil yang lebih kecil daripada yang diperkirakan. Meski demikian, penurunan tingkat pengangguran menunjukkan bahwa kondisi pasar tenaga kerja semakin ketat. “Kita melihat kekuatan greenback yang cukup konsisten,” tutur Branch Manager di State Street Bank, Bart Wakabayashi.

Loading...