Ekonomi Indonesia Diramal Melambat, Rupiah Merana

Rupiah - www.medanbisnisdaily.comRupiah - www.medanbisnisdaily.com

JAKARTA – praktis tidak memiliki tenaga untuk keluar dari area merah pada Kamis (5/3) sore, ketika pertumbuhan dalam negeri diramal akan mengalami perlambatan, salah satunya karena wabah virus . Menurut paparan Index pada pukul 15.53 WIB, Garuda melemah 62 poin atau 0,44% ke level Rp14.175 per dolar AS.

Dilansir CNN , Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan tertekan akibat wabah atau Covid-19. Sayangnya, ADB belum bisa memberi proyeksi angka pasti penurunan ekonomi tersebut. Meski demikian, proyeksi penurunan ekonomi ini tidak hanya berlaku bagi Indonesia. Penurunan juga berpotensi dialami lain di dunia.

Sementara itu, Menteri BUMN, Erick Thohir, memprediksi ekonomi dalam negeri hanya akan tumbuh 4,7% sepanjang tahun 2020 ini. Angka ini turun dari proyeksi semula yang sebesar 5%. Perlambatan itu, menurutnya, dipengaruhi sejumlah sebab, mulai perang dagang hingga virus corona. “Tetapi, angka 4% masih bagus loh kalau kita lihat negara-negara lain,” ujar Erick.

Dari global, indeks dolar AS mencoba bertahan pada hari Kamis, usai penurunan suku bunga darurat oleh Federal Reserve mengirim ke level terendah delapan minggu. Mata uang Paman Sam terpantau hanya melemah tipis 0,015 poin atau 0,02% ke level 97,321 pada pukul 12.06 WIB, setelah sempat dibuka di area hijau.

Dilansir Reuters, bank sentral AS mengejutkan para investor dengan memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin ke kisaran target 1,00% hingga 1,25%, dua minggu menjelang pertemuan kebijakan yang dijadwalkan secara berkala, dalam upaya untuk memerangi dampak ekonomi dari virus corona. Indeks dolar AS langsung tergelincir ke level 96,926 pada hari Selasa (3/3), posisi terendah sejak 8 Januari.

Namun, greenback berhasil bangkit setelah laporan payroll swasta AS meningkat lebih dari yang diharapkan pada bulan Februari, menunjukkan kekuatan pasar tenaga kerja sebelum meningkatnya kekhawatiran mengenai wabah virus corona. Sektor ketenagakerjaan, tidak termasuk pekerjaan pemerintah, naik 183.000 pada bulan kemarin, menurut laporan Moody’s Analytics, sekaligus melampaui ekspektasi ekonom sebesar 155.000.

Loading...