Ekonomi Dunia di Ambang Resesi, Citigroup Pangkas Outlook 2,7 Persen

Akibat kurangnya stimulus dari dan melambatnya , ekonomi dunia dinilai berada di ambang resesi. Karena itu, Citigroup pun memangkas outlook pertumbuhan untuk menjadi 2,7 persen dari sebelumnya 2,8 persen.

Selain itu, Citigroup juga memangkas outlook perekonomian Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan beberapa negara emerging seperti Rusia, , Meksiko, dan . Ekonomi Rusia akan turun 0,5 persen, sedangkan ekonomi Afrika Selatan hanya akan bertumbuh 0,3 persen. Meski begitu, Citigroup tetap mempertahankan outlook pertumbuhan ekonomi Cina di tahun 2016 ini.

“Cina telah mengalami perlambatan selama beberapa tahun terakhir dan akan terus melambat,” ujar chief economist Citigroup, Willem Buiter. “Data pemerintahan Cina tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya atau dinaikkan dari tingkat pertumbuhan sebenarnya. Namun, apa yang terjadi tahun lalu, saya rasa ekonomi Cina akan turun lagi.”

Ditambahkan Buiter, ini merupakan berita yang buruk dan sebenarnya bisa dihindari dengan kebijakan yang tepat. “Namun sayangnya, sejauh ini Cina belum dapat mengambil kebijakan yang pas,” sambungnya.

Buiter melanjutkan, meski tidak terjadi resesi dalam skala besar, tetapi ekonomi dunia dipastikan mengalami resesi. Hal tersebut menurutnya bisa berarti tekanan terhadap komoditas akan berlanjut. “Akan terjadi penurunan pemesanan yang terkait dengan rantai dagang Cina dan secara tidak langsung berdampak buruk bagi seluruh dunia,” pungkas Buiter.

Loading...