Ekonomi Domestik Stabil, Bank Indonesia Tahan Suku Bunga

JAKARTA – Rapat Dewan pada Kamis (17/11) kemarin memutuskan untuk menahan tingkat suku bunga acuan (BI 7 Days Reverse Repo Rate) sebesar 4,75% di tengah ketidakpastian menyusul kemenangan Donald Trump dalam Pilpres AS. Keputusan tersebut diambil berdasarkan pandangan bahwa stabilitas ekonomi dan inflasi Indonesia masih terjaga.

“Indonesia sejauh ini masih mampu menjaga stabilitas ekonomi,” papar Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo. “Kami percaya bahwa perekonomian dalam negeri dalam kondisi baik dengan kurs rupiah dan inflasi yang stabil, termasuk defisit dan yang positif.”

Ditambahkan Agus, ketidakpastian memang meningkat di global seiring Pemilihan Presiden AS. Namun, dengan kondisi ekonomi dalam negeri yang stabil, efek global hanya akan bersifat sementara. “Karena itu, Bank Indonesia memutuskan untuk menahan tingkat suku bunga acuan di level 4,75%,” sambung Agus.

memang bergerak cenderung stabil sepanjang tahun meski sempat melorot pada sesi usai pengumuman kemenangan Donald Trump. Selama kuartal III 2016, mata uang Garuda menguat 1,39% rata-rata dan mencapai level Rp13.310 per . Penguatan ini terus berlanjut hingga Oktober dengan naik 0,71% dan ditutup di posisi Rp13.048 per .

Di kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Mirza Adityaswara, menambahkan bahwa “masa ketidakpastian global” dari efek Trump kemungkinan bakal berlangsung sampai Januari tahun depan. Hingga saat itu, pihaknya akan terus mencermati perkembangan kebijakan yang diambil Trump, termasuk mengenai fiskal, ekonomi, dan perdagangan internasional.

“Kami masih menunggu line up kabinet AS terbaru untuk melihat rencana Trump ke depan,” kata Mirza. “Mungkin, akan ada laporan baru pada bulan Desember mendatang.”

Loading...