Ekonomi China Tumbuh, Rupiah Malah Berakhir Melemah

Rupiah melemah pada perdagangan Senin (19/10) sore - www.beritasatu.com

JAKARTA – Rupiah harus rela terjungkal ke area merah pada Senin (19/10) sore ketika sebenarnya cenderung positif, didukung data perekonomian China yang menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Menurut paparan Bloomberg Index pada pukul 14.59 WIB, Garuda ditutup melemah 10 poin atau 0,07% ke level Rp14.707,5 per .

Sementara itu, data yang diterbitkan Bank Indonesia jam 10.00 WIB menetapkan referensi Jakarta Interbank Spot Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.741 per AS, menguat 25 poin atau 0,17% dari transaksi sebelumnya di level Rp14.766 per AS. Di saat yang bersamaan, rupiah justru kendor di pasar spot, berbalik drop 27 poin atau 0,18% ke posisi Rp14.724 per AS.

Rupiah gagal mengikuti pergerakan sejumlah mata uang Asia yang beringsut lebih tinggi pada hari Senin, ketika China dilaporkan tumbuh sebesar 4,9% secara tahunan pada kuartal III 2020. Angka ini memang masih berada di bawah ekspektasi pasar yang mengharapkan pertumbuhan 5,2%, namun itu tetap menjadi catatan yang luar biasa di tengah resesi yang mengancam banyak .

Pertumbuhan produk domestik bruto () Negeri Tirai Bambu ini dipicu keuntungan yang kuat dalam output industri dan akselerasi penjualan ritel. Perlahan tetapi pasti, China juga mulai menuju level pertumbuhan ekonomi sebelum pandemi corona, yaitu di kisaran 6%. Bahkan, tahun depan, pertumbuhan ekonomi negara tersebut diperkirakan semakin ‘menggila’.

“Angka PDB (China) datang sedikit di bawah ekspektasi, tetapi data bulanan menunjukkan tidak ada alasan untuk menjadi terlalu pesimistis,” kata kepala ekonom di Dai-ichi Life Research Institute di Tokyo, Yoshiko Shimamine, dilansir Reuters. “Perekonomian China tetap berada di jalur pemulihan, didorong oleh peningkatan ekspor. Belanja konsumen juga menuju ke arah yang benar, tetapi kami tidak dapat mengatakan itu telah sepenuhnya menghilangkan hambatan yang disebabkan oleh virus corona.”

Di tempat lain, indeks dolar AS secara umum mampu bergerak stabil, dengan kekhawatiran investor tentang meningkatnya kasus Covid-19, pemilihan AS yang membayangi, dan memudarnya prospek stimulus fiskal yang sebelumnya memberikan dukungan. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,076 poin atau 0,08% ke level 93,758 pada pukul 11.20 WIB.

Loading...